LANGIT7.ID-Paris; Mirra Andreeva, unggulan kedelapan asal Rusia, mengalahkan unggulan ke-15 asal Ukraina, Marta Kostyuk, dengan skor 6-1, 6-3 di Lapangan Philippe-Chatrier, Kamis sore. Kemenangan ini membawa Andreeva melaju ke final Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya — sekaligus menghentikan rekor 17 kemenangan beruntun Kostyuk di lapangan tanah liat, serta membalikkan ketertinggalan 0-2 dalam rekor pertemuan melawan Kostyuk, di mana dua kekalahan sebelumnya terjadi pada tahun 2026.
Pada usia 19 tahun 39 hari, Andreeva menjadi pemain termuda ketujuh yang mencapai final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak awal tahun 2000-an — setelah Maria Sharapova (17 tahun 76 hari, Wimbledon 2004), Kim Clijsters (18 tahun 2 hari, Roland-Garros 2001), dan Coco Gauff (18 tahun 84 hari, Roland-Garros 2022) yang memuncaki daftar tersebut.
Ia juga menjadi wanita termuda kelima yang mencapai final Roland-Garros dalam 30 tahun terakhir, di belakang Hingis (16 tahun pada 1997), Clijsters (17 tahun), Gauff (18 tahun), dan Hingis lagi (18 tahun pada 1999).
"Hanya bilang ke diri sendiri, apa pun yang terjadi, aku akan berjuang dan memberikan yang terbaik," kata Andreeva di lapangan. "Jika dia akhirnya menang, dia harus bekerja keras untuk itu. Dengan pola pikir seperti itu, aku akhirnya menang."
Kostyuk, yang tak terkalahkan di tanah liat sejak April dan membawa gelar juara dari Rouen serta Madrid ke pekan kedua di Paris, tak pernah benar-benar menemukan ritme permainannya. Persentase servis pertamanya hanya 51 persen sepanjang pertandingan, artinya hampir separuh poin servisnya dimulai dengan servis kedua — dan ia hanya memenangkan 34 persen dari poin tersebut.
Empat kali kesalahan ganda (double fault) memperparuk keadaan. Dalam dua set, Kostyuk hanya mampu mempertahankan tiga dari delapan game servisnya dan kehilangan servis sebanyak lima kali.
Kostyuk melakukan 34 kesalahan sendiri (unforced errors)Jumlah kesalahan sendiri menceritakan hal yang sama. Kostyuk mencatat 34 kesalahan sendiri berbanding 15 pukulan winner — rasio negatif yang sangat buruk, artinya ia lebih banyak mengalahkan dirinya sendiri daripada dikalahkan Andreeva. Andreeva, yang mencatat 14 winner berbanding 22 kesalahan sendiri, tak perlu bermain spektakuler untuk menang. Ia mempertahankan tujuh dari delapan game servisnya, dan hanya sekali kehilangan servis saat kedudukan 6-1, 4-2.
Ini adalah final Grand Slam pertama Andreeva di turnamen mana pun — tiga tahun setelah semifinal Roland-Garros pertamanya di usia 17 tahun, dan pada kunjungan keduanya ke babak yang sama di turnamen yang sama. Dengan kemenangan ini, rekor kemenangannya di tahun 2026 menjadi 35-3, lebih banyak dari pemain wanita mana pun di tur musim ini, dan ia dipastikan masuk ke dalam peringkat tujuh besar saat daftar peringkat terbaru dirilis. Kostyuk akan menempati peringkat ke-12.
"Semua hal yang menguntungkannya terjadi, semua hal yang merugikanku juga terjadi," ujar Kostyuk seusai pertandingan. "Lapangan ini paling cocok untuknya dibandingkan turnamen mana pun. Lapangannya sangat lambat dan dia bisa mengembalikan segala pukulan, jadi aku merasa harus bermain lebih agresif. Dia bermain solid, tidak banyak melakukan kesalahan. Aku lebih banyak melakukan kesalahan, jelas merasa tertekan."
Andreeva, baru berusia 19 tahunPetenis 19 tahun ini adalah pemain termuda yang pernah memenangkan gelar WTA 1000, pemain termuda yang masuk ke 10 besar peringkat WTA sejak 2007, dan sekarang menjadi pemain termuda yang melaju ke final Roland-Garros sejak 2017.
Di final Sabtu nanti, ia akan menghadapi pemenang antara unggulan ke-25 asal Rusia, Diana Shnaider, melawan pemain kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska setelah di semifinal mengalahkan Shnaider yang sebelumnya mengalahkan Aryna Sabalenka, Rabu sore. Sementara Chwalinska lolos dari babak kualifikasi hingga final dan siap siap duel dengan Andreeva. Dengan demikian, dipastikan final di sisi lain undian akan menampilkan pemain yang untuk pertama kalinya lolos ke final Grand Slam. Juara Roland-Garros 2026 di sektor putri akan menjadi juara Grand Slam pertama kalinya. Ini belum pernah terjadi di turnamen besar mana pun dalam tiga tahun terakhir.(*/saf/tennismajors)
(lam)