Awas Bahaya Tumor Otak, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Tim langit 7
Selasa, 10 Oktober 2023 - 11:00 WIB
Ilustrasi.Foto/Halodoc
Dr dr Irwan Barlian Immadoel Haq SpBS (K) dari Tokyo Womens Medical University mengungkapkan, dalam 10 tahun terakhir ada 1.621 pasien tumor otak di Surabaya. Bahkan di RSU dr Soetomo Surabaya, setiap hari ada 5 sampai 7 bahkan 10 pasien setiap hari.
"Pasien itu disertai keluhan kebutaan, kelumpuhan dan penurunan kesadaran," ujar Irwan saat launching Indonesia Brain Tumor Solution, Senin (9/10/2023).
Irwan mengatakan, tumor itu pertumbuhan abnormal dari suatu jaringan yang tidak terkendali. Itu artinya, tumor otak berarti pertumbuhan jaringan yang abnormal di otak.
Tumor otak dibagi menjadi dua jenis. Ada tumor jinak dan ganas. Untuk tumor otak jinak secara patologi dikatakan jinak, pertumbuhannya lambat, namun tetap mengganggu.
Sementara itu, tumor ganas karakteristiknya pertumbuhannya cepat, sering kumat-kumatan atau setelah dioperasi tumor bakal tumbuh lagi.
Baca juga:Ada El Rumi dan 6 Artis Ikutan Tren AI Yearbook Challenge di IG
“Untuk gejalanya yang paling sering adalah nyeri kepala yang kronik progresif, semakin lama semakin berat, semakin lama semakin ditambah gangguan lain. Seperti gangguan penglihatan pendengaran dan saraf lainnya," urainya.
"Pasien itu disertai keluhan kebutaan, kelumpuhan dan penurunan kesadaran," ujar Irwan saat launching Indonesia Brain Tumor Solution, Senin (9/10/2023).
Irwan mengatakan, tumor itu pertumbuhan abnormal dari suatu jaringan yang tidak terkendali. Itu artinya, tumor otak berarti pertumbuhan jaringan yang abnormal di otak.
Tumor otak dibagi menjadi dua jenis. Ada tumor jinak dan ganas. Untuk tumor otak jinak secara patologi dikatakan jinak, pertumbuhannya lambat, namun tetap mengganggu.
Sementara itu, tumor ganas karakteristiknya pertumbuhannya cepat, sering kumat-kumatan atau setelah dioperasi tumor bakal tumbuh lagi.
Baca juga:Ada El Rumi dan 6 Artis Ikutan Tren AI Yearbook Challenge di IG
“Untuk gejalanya yang paling sering adalah nyeri kepala yang kronik progresif, semakin lama semakin berat, semakin lama semakin ditambah gangguan lain. Seperti gangguan penglihatan pendengaran dan saraf lainnya," urainya.