Bagaimana Didik Anak dengan Menyenangkan? Pakar Parenting: Mulai dari Ibu
Esti setiyowati
Selasa, 10 Oktober 2023 - 11:38 WIB
Mendidik anak dengan cara menyenangkan adalah memulai dari diri sendiri, terutama lewat ibu.Foto/ilustrasi
Praktisi Neuroparenting Skill, Aisah Dahlan mengatakan mendidik anak dengan cara menyenangkan adalah memulai dari diri sendiri, terutama lewat ibu.
"Dalam rumah itu yang mewarnai gelombang energi perasaan adalah ibu atau istri. Kalau seorang ibu senang, maka ayah akan ikut senang, anak tiga kali senang," jelas Aisah Dahlan dalam diskusi parenting yang diikuti secara daring, Ahad (8/10/2023) kemarin.
Kenapa anak bisa tiga kali lipat senangnya?
Pakar parenting Islami ini menjelaskan alasan di balik hal itu. Menurut Aisah, dalam berkomunikasi terdiri dari tiga aspek yaitu, komunikasi verbal, body language, dan vibrasi.
"Semua manusia, benda-benda yang ada di alam semesta nanti kalau dipecah-pecah esensinya adalah kuanta, gelombang energi, atau vibrasi." jelasnya.
Vibrasi ini, lanjut Aisah, akan berjalan dan menghampiri orang yang ada di dalam atau sekitar rumah. Ia pun mencontohkan vibrasi yang dikeluarkan seorang ibu pada anaknya.
"Walaupun kita sedang di dalam kamar, vibrasi kita sampai juga ke anak, menembus dinding kamar anak-anak. Apalagi remaja sekarang yang lebih senang berada di dalam kamar, yang tadinya anak happy-happy saja, lama-lama dia (anak) merasa perasaannya ikut kesal," urainya.
"Dalam rumah itu yang mewarnai gelombang energi perasaan adalah ibu atau istri. Kalau seorang ibu senang, maka ayah akan ikut senang, anak tiga kali senang," jelas Aisah Dahlan dalam diskusi parenting yang diikuti secara daring, Ahad (8/10/2023) kemarin.
Kenapa anak bisa tiga kali lipat senangnya?
Pakar parenting Islami ini menjelaskan alasan di balik hal itu. Menurut Aisah, dalam berkomunikasi terdiri dari tiga aspek yaitu, komunikasi verbal, body language, dan vibrasi.
"Semua manusia, benda-benda yang ada di alam semesta nanti kalau dipecah-pecah esensinya adalah kuanta, gelombang energi, atau vibrasi." jelasnya.
Vibrasi ini, lanjut Aisah, akan berjalan dan menghampiri orang yang ada di dalam atau sekitar rumah. Ia pun mencontohkan vibrasi yang dikeluarkan seorang ibu pada anaknya.
"Walaupun kita sedang di dalam kamar, vibrasi kita sampai juga ke anak, menembus dinding kamar anak-anak. Apalagi remaja sekarang yang lebih senang berada di dalam kamar, yang tadinya anak happy-happy saja, lama-lama dia (anak) merasa perasaannya ikut kesal," urainya.