home global news

Keberpihakan dalam Konflik Itu

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 10:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Seringkali saya sampaikan bahwa peperangan terdahsyat di era informasi saat ini adalah peperangan imej dan persepsi. Peperangan yang bertujuan kepada pembentukan opini tentang sebuah isu. Pada akhirnya suatu itu akan terdefenisikan oleh opini yang terbentuk berdasarkan imej dan persepsi yang dikembangkan.

Peranan media massa, termasuk media sosial, sangat besar dalam membangun imej dan persepsi ini. Media massa mampu menghitamkan yang putih dan memutihkan yang hitam. Tergantung bentuk imej dan persepsi yang akan dibentuk. Runyamnya media massa dalam banyak hal seringkali “tidak jujur” (dishonest) dalam menyampaikan informasi. Sebagaimana contoh klasik: “anjing menggigit orang itu bukan berita. Tapi orang menggigit anjing itu berita”.

Akhir-akhir ini kita kembali dihadapkan kepada kenyataan ini. Hampir semua media massa, khususnya media massa yang berada di kawasan negara/benua yang mengaku memilki nilai kejujuran dan merasa lebih beradab berada pada minimal tiga kemungkinan:

Satu, sengaja memberitakan sesuatu yang tidak benar (fake news dalam bahasa Trump) atau berita yang diada-ada (fabricated). Contoh terbesar adalah berita tentang penyembelihan anak-anak Israel oleh pejuang Palestina. Demikian pula pemberitaan tentang kemerkosaan kepada wanita Israel. Keduanya diralat kemudian oleh CNN.

Dua, membesar-besarkan sebuah kejadian buruk yang menimpa satu pihak. Sebaliknya mengecilkan bahkan menyembunyikan kejadian buruk yang menimpa pihak lain. Terbunuhnya anak-anak Israel mendapat perhatian dengan proporsi yang sangat dahsyat. Tapi pembantaian anak-anak Palestina hampir tidak diliput oleh media massa Barat.

Tiga, yang paling runyam adalah membalik fakta yang sesungguhnya. Bagaimana dalam konflik Palestina-Israel ini pihak yang salah diframe menjadi benar dan pihak yang benar diframe menjadi salah. Perjuangan bangsa Palestina untuk kemerdekaan diopinikan sebagai tindakan terorisme. Tapi tindakan Israel membunuh anak-anak dan rakyat sipil diopinikan sebagai self defense (membela diri).

Pijakan Keberpihakan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
konflik wujud keberpihakan imam shamsi ali
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya