Capai Hidup Berkualitas dengan Mindful Living, Apa itu?
Esti setiyowati
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 10:00 WIB
ilustrasi
International Certified ZEN Counselor & Couple Relationship Therapist, Rani Anggraeni Dewi, mengatakan, demi hidup yang lebih berkualitas penting untuk mencapai work-life balance.
Kunci untuk mencapai work life balance, lanjut Rani, adalah melalui mindful living.
“Mindful living adalah hidup secara sadar dan fokus pada tujuan yg ingin dicapai saat ini, yang lebih tinggi dari sekedar pencapaian materi atau kebutuhan fisik dan psikologis,” ungkap Rani dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) yang bertajuk ‘Ceria di Kantor, Ceria di Rumah’ belum lama ini.
Menurut Rani, hal penting lainnya untuk bisa melakukan mindful living dan mindful working adalah dengan selalu memiliki mindset berpikir positif serta melakukan detox negative emotion.
"Kita perlu menyadari bahwa di dalam hidup ini apapun yang kita kerjakan banyak sekali dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang bisa meninggalkan trauma serta memikirkan ketidak pastian di masa depan yang membuat kita khawatir, pikiran buruk/emosi negatif hingga ujungnya membuat stres," lanjut perempuan pendiri Gerakan Indonesia Bahagia ini.
Karena itu, tiap individu perlu untuk melepaskan semua beban emosi negatif dengan fokus pada apa yang sudah dihadapi saat ini saja (living present).
Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencapai kondisi tersebut, yaitu olah tubuh, olah rasa, dan olah pikir.
Kunci untuk mencapai work life balance, lanjut Rani, adalah melalui mindful living.
“Mindful living adalah hidup secara sadar dan fokus pada tujuan yg ingin dicapai saat ini, yang lebih tinggi dari sekedar pencapaian materi atau kebutuhan fisik dan psikologis,” ungkap Rani dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) yang bertajuk ‘Ceria di Kantor, Ceria di Rumah’ belum lama ini.
Menurut Rani, hal penting lainnya untuk bisa melakukan mindful living dan mindful working adalah dengan selalu memiliki mindset berpikir positif serta melakukan detox negative emotion.
"Kita perlu menyadari bahwa di dalam hidup ini apapun yang kita kerjakan banyak sekali dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang bisa meninggalkan trauma serta memikirkan ketidak pastian di masa depan yang membuat kita khawatir, pikiran buruk/emosi negatif hingga ujungnya membuat stres," lanjut perempuan pendiri Gerakan Indonesia Bahagia ini.
Karena itu, tiap individu perlu untuk melepaskan semua beban emosi negatif dengan fokus pada apa yang sudah dihadapi saat ini saja (living present).
Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencapai kondisi tersebut, yaitu olah tubuh, olah rasa, dan olah pikir.