LANGIT7.ID-, Jakarta- - International Certified ZEN Counselor & Couple Relationship Therapist, Rani Anggraeni Dewi, mengatakan, demi hidup yang lebih berkualitas penting untuk mencapai work-life balance.
Kunci untuk mencapai work life balance, lanjut Rani, adalah melalui mindful living.
“Mindful living adalah hidup secara sadar dan fokus pada tujuan yg ingin dicapai saat ini, yang lebih tinggi dari sekedar pencapaian materi atau kebutuhan fisik dan psikologis,” ungkap Rani dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) yang bertajuk ‘Ceria di Kantor, Ceria di Rumah’ belum lama ini.
Menurut Rani, hal penting lainnya untuk bisa melakukan mindful living dan mindful working adalah dengan selalu memiliki mindset berpikir positif serta melakukan detox negative emotion.
"Kita perlu menyadari bahwa di dalam hidup ini apapun yang kita kerjakan banyak sekali dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang bisa meninggalkan trauma serta memikirkan ketidak pastian di masa depan yang membuat kita khawatir, pikiran buruk/emosi negatif hingga ujungnya membuat stres," lanjut perempuan pendiri Gerakan Indonesia Bahagia ini.
Karena itu, tiap individu perlu untuk melepaskan semua beban emosi negatif dengan fokus pada apa yang sudah dihadapi saat ini saja (living present).
Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mencapai kondisi tersebut, yaitu olah tubuh, olah rasa, dan olah pikir.
"Olah tubuh yaitu dengan rutin berolahraga, karena olahraga merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan jiwa dan raga dan menjadi solusi dalam menghilangkan stres," jelasnya.
Sementara olah pikir, yaitu memprioritaskan hal yang saat ini sangat penting. Dan yang terakhir olah rasa yaitu bagaimana meregulasi dan memvalidasi perasaan kita.
"Jika kita bisa mengelola itu semua, barulah kita bisa being awake, being aware, dan being attentive. Artinya kita sadar akan melakukan apa dan fully present pada apa yang sedang kita lakukan. Saat itulah kita bisa melakukan yang terbaik di setiap peran yang kita jalani," tekannya.
Agar dapat konsisten menjalani keseimbangan dalam hidup, ada lima kekuatan yang harus dimiliki, yaitu:
1. Kekuatan untuk hening
Gunakan kesempatan untuk Jeda 5-10 menit setelah menyelesaikan suatu pekerjaan untuk atur nafas lalu mulai beraktivitas kembali agar kita bisa lebih fokus dan tenang.
2. Kekuatan untuk memilah
Mana yang perlu kita lakukan dan prioritaskan saat ini.
3. Kekuatan untuk beradaptasi dengan pekerjaan/tugas
4. Kekuatan untuk bertahan dalam tantangan.
Jangan mudah terbawa perasaan. Kita harus bertahan dan berjuang demi tujuan hidup dan tanggung jawab terhadap keluarga.
5. Kekuatan untuk bekerjasama
"Kita tidak bisa melakukan beberapa hal di atas tanpa dukungan dan kerjasama dengan orang-orang di sekitar kita," ujar Rani.
Nah, untuk menjaga kekuatan-kekuatan di atas, dibutuhkan kemampuan untuk berdamai dan menerima juga mencintai diri sendiri.
"Meskipun kita sedang merasa kesal, jenuh, sakit hati, dan perasaan negatif lainnya, kita harus bisa mengatasi perasaan-perasaan itu. Jika tidak, kita pun tidak akan bisa mengatasi orang lain dan apapun yang ada diluar diri kita," katanya.
Selain itu, perlu juga untuk berkomunikasi dengan welas asih, memvalidasi emosi diri sendiri dan orang lain tanpa menimbulkan konflik.
Ingat selalu tujuan hidup yang ingin dicapai serta nilai-nilai yang dimiliki. Dengan memiliki tujuan hidup yang jelas, maka termotivasi untuk selalu memberikan yang terbaik.
“Selalu gunakan waktu untuk menentukan prioritas, jangan selalu menuntut kesempurnaan/perfeksionis pada diri sendiri dan orang lain, lakukan hal yang paling disukai serta memiliki hubungan yang baik di dalam keluarga. Karena keintiman dalam keluarga menjadi immune booster paling ampuh terutama saat berada dalam masa-masa sulit.” tutup Rani.
(ori)