TikTok Akui Hapus Ratusan Ribu Video dan Siaran Langsung Konflik Israel-Hamas
Esti setiyowati
Selasa, 17 Oktober 2023 - 23:00 WIB
ilustrasi
Platform TikTok menghapus ratusan ribu video dan siaran langsung terkait perang antara Israel dan Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
"Kami terus bekerja keras untuk menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas TikTok." bunyi keterangan TikTok di laman Newsroom, Senin (16/10/2023).
"Hingga saat ini, kami telah menghapus lebih dari 500.000 video dan menutup 8.000 siaran langsung di wilayah yang terkena dampak karena melanggar Panduan Komunitas TikTok," lanjut keterangan tersebut.
Perusahaan milik ByteDance itu menjelaskan konten yang dihapus di platformnya adalah yang mendukung serangan atau mengolok-olok korban kekerasan.
"Kami menghapus konten yang mendukung serangan atau mengolok-olok korban kekerasan. Jika konten yang diunggah menggambarkan seseorang yang sedang disandera, kami akan melakukan segala hal dalam kuasa kami untuk melindungi martabat mereka dan menghapus konten yang melanggar peraturan TikTok," terang perusahaan asal China ini.
Baca juga:TikTok dan Instagram Disebut Blokir Konten Pro Palestina
TikTok mengklaim tidak mentoleransi upaya penghasutan kekerasan atau penyebaran ideologi kebencian.
"Kami terus bekerja keras untuk menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas TikTok." bunyi keterangan TikTok di laman Newsroom, Senin (16/10/2023).
"Hingga saat ini, kami telah menghapus lebih dari 500.000 video dan menutup 8.000 siaran langsung di wilayah yang terkena dampak karena melanggar Panduan Komunitas TikTok," lanjut keterangan tersebut.
Perusahaan milik ByteDance itu menjelaskan konten yang dihapus di platformnya adalah yang mendukung serangan atau mengolok-olok korban kekerasan.
"Kami menghapus konten yang mendukung serangan atau mengolok-olok korban kekerasan. Jika konten yang diunggah menggambarkan seseorang yang sedang disandera, kami akan melakukan segala hal dalam kuasa kami untuk melindungi martabat mereka dan menghapus konten yang melanggar peraturan TikTok," terang perusahaan asal China ini.
Baca juga:TikTok dan Instagram Disebut Blokir Konten Pro Palestina
TikTok mengklaim tidak mentoleransi upaya penghasutan kekerasan atau penyebaran ideologi kebencian.