LANGIT7.ID-, Jakarta- - Platform TikTok dan Instagram disebut melakukan pemblokiran "bayangan" pada pengguna dengan konten Pro Palestina di tengah konflik Israel-Hamas di jalur Gaza.
Dua platform itu dikabarkan membatasi visibilitas postingan pengguna tanpa memberitahu pengguna.
Media sosial menjadi hal penting dalam menyebarkan berita di jalur Gaza di tengah bias pro Israel yang menyebar di media Barat.
The New Arab melaporkan pada Senin (16/10/2023), para pengguna Instagram membagikan tangkapan layar yang menunjukkan jumlah penayangan yang rendah untuk unggahan mereka di fitur Instagram Story pada aplikasi tersebut.
Penurunan jumlah pemirsa konten diindikasikan akibat dari shadow bans atau larangan bayangan pada konten pro Palestina.
Sementara itu, para pembuat konten di TikTok menganggap bahwa video yang berisi konten yang mendukung Palestina dihapus.
Pengguna Instagram kemudian melakukan "manipulasi algoritma" dengan mengunggah konten yang tidak terkait dengan konflik Israel-Hamas di Stories, untuk menarik pengunjung kembali ke konten mereka.
Tuduhan pelarangan bayangan muncul setelah Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengatakan pihaknya mengambil “langkah spesifik” untuk memantau kontennya di tengah perang.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu, perusahaan menyebut Hamas termasuk dalam kebijakan Organisasi dan Individu Berbahaya.
“Ini berarti Hamas dilarang di platform kami, dan kami menghapus pujian dan dukungan substantif terhadap mereka ketika kami menyadarinya,” kata Meta.
Perusahaan pun mengklaim bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan suara kepada semua orang sekaligus menjaga keamanan orang-orang di aplikasi tersebut.
TikTok mengatakan kepada The Washington Post bahwa Hamas dilarang di platformnya.
'X', yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya menghapus ratusan akun yang berafiliasi dengan Hamas.
Tidak jelas bagaimana “dukungan” atau afiliasi dengan Hamas diukur oleh tim pemantau platform tersebut.
(ori)