LANGIT7.ID-, - Sejumlah perusahaan
Amerika Serikat (AS) akan mengendalikan algoritma
TikTok, dan warga Amerika bakal memegang enam dari tujuh kursi dewan direksi untuk operasi aplikasi tersebut. Hal tersebut masuk dalam kesepakatan antara AS dan Tiongkok terkait izin operasi TikTok.
Sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan, kesepakatan tersebut dapat ditandatangani "dalam beberapa hari mendatang", tetapi
Beijing belum berkomentar.
AS telah berupaya mengambil alih operasi aplikasi berbagi video tersebut di AS dari perusahaan induk
Tiongkok, ByteDance, demi alasan keamanan nasional. TikTok sebelumnya diberitahu bahwa mereka harus menjual operasinya di AS atau berisiko ditutup.
Baca juga: Sempat Hilang, Kini TikTok Kembali Lagi di Amerika SerikatNamun, Presiden AS
Donald Trump menunda penerapan larangan tersebut sebanyak empat kali sejak pertama kali diumumkan pada bulan Januari, dan awal pekan ini memperpanjang batas waktu tersebut hingga Desember.
Leavitt mengatakan bahwa data dan privasi untuk aplikasi di AS akan dipimpin oleh raksasa teknologi Oracle, yang diketuai oleh Larry Ellison, salah satu orang terkaya di dunia dan sekutu Trump.
"Data dan privasi akan dipimpin oleh salah satu perusahaan teknologi terbesar di Amerika, Oracle, dan algoritmanya juga akan dikendalikan oleh Amerika. Jadi, semua detail tersebut telah disepakati. Sekarang kita hanya perlu menandatangani kesepakatan ini," ujarnya kepada Fox News, dilansir dari BBC, Minggu (21/9/2025).
Putra Ellison, David Ellison, baru-baru ini mengakuisisi perusahaan media Paramount, yang juga merupakan pemilik CBS News, menjadikan keluarga Ellison salah satu keluarga paling berpengaruh di dunia media di Amerika Serikat.
Trump mengatakan, bahwa ia dan mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping, menyetujui kesepakatan mengenai masa depan operasi TikTok di AS melalui panggilan telepon, meskipun tidak ada konfirmasi dari Beijing.
Trump menulis di Truth Social bahwa panggilan telepon tersebut "produktif" dan ia "menghargai" persetujuan Xi atas kesepakatan tersebut, yang kabarnya akan membuat bisnis TikTok di AS dijual kepada sekelompok investor AS.
Pada hari Sabtu (20/9), Kementerian Perdagangan Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang kurang jelas mengenai prospek kesepakatan.
Baca juga: Pesona Kecantikan Kate Middleton Saat Jamuan Kenegaraan, Menuai Pujian Donald Trump"Posisi Tiongkok terhadap TikTok jelas: Pemerintah Tiongkok menghormati keinginan perusahaan tersebut, dan menyambut baik pelaksanaan negosiasi komersial sesuai dengan aturan pasar untuk mencapai solusi yang sesuai dengan hukum dan peraturan Tiongkok, serta mencapai keseimbangan kepentingan."
Sementara itu, kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, tidak menjelaskan secara gamblang hasil diskusi mereka dengan Xi. Hanya saja disebutkan bahwa Beijing menyambut baik negosiasi mengenai
TikTok.
Poin penting dalam negosiasi tampaknya adalah siapa yang akan memiliki algoritma canggih yang mengirimkan konten kepada 170 juta pengguna TikTok di Amerika.
Berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer di Inggris pada Kamis (18/9) Trump menghindari pertanyaan dari seorang reporter tentang apakah pembeli Amerika perlu membangun algoritma baru, atau apakah mereka dapat terus menggunakan algoritma yang ada?.
Meskipun Trump awalnya menyerukan pelarangan TikTok selama masa jabatan pertamanya, ia telah mengubah haluan. Ia beralih ke platform yang sangat populer tersebut untuk meningkatkan dukungannya di kalangan anak muda Amerika selama kampanye presidensialnya yang sukses pada tahun 2024.
Pada bulan Januari, Mahkamah Agung AS menguatkan undang-undang yang pertama kali disahkan pada awal tahun 2024, yang melarang aplikasi tersebut kecuali ByteDance menarik diri dari operasinya di AS. Aplikasi tersebut sempat "tidak aktif" untuk sementara waktu, sebelum pelarangan tersebut akhirnya ditunda.
Departemen Kehakiman AS sebelumnya menyatakan kekhawatiran bahwa akses TikTok ke data pengguna AS menimbulkan ancaman keamanan nasional dengan "kedalaman dan skala yang sangat besar". (*/lsi/bbc)
(lsi)