Hindari Debat Meskipun Benar
Muhajirin
Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:00 WIB
ilustrasi
Dalam Islam, suka berdebat merupakan salah satu akhlak buruk. Ada dua hal istilah yang digunakan dalam Islam. Pertama, jidal (debat) yakni saling menyanggah di antara dua pihak dan seterusnya tanpa menggunakan bukti yang kokoh dan etika yang baik. Jidal lebih mengarah kepada hal-hal negatif, sehingga tidak diperkenankan dalam Islam.
Kedua, khiwar (dialog) adalah beradu argumen dengan bukti dan etika yang baik. Dialog atau diskusi merupakan sesuatu yang positif, dan diperkenankan dalam Islam. Setidaknya ada tiga ayat dalam Al-Qur’an yang melarang suka berdebat atau jidal. Tiga ayat itu terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, Ali imran ayat 66, dan Az-Zukhruf ayat 58.
Ibnu Mas’ud mengatakan, jidal ditafsirkan ketika seseorang mendebat orang lain sampai orang itu marah. Bedebat yang batil dilakukan tanpa ilmu dan tanpa dasar. Rasulullah bahkan menganjurkan untuk meninggalkan debat sekalipun benar.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, perdebatan justru tidak membuat orang baik, namun membuat orang lain menjadi antipati. Orang yang suka berdebat ingin benar sendiri dan justru membuat orang lain menjauh.
Baca juga:Pemanfaatan Dana Wakaf Diharapkan untuk Bangun Fasilitas Kesehatan
Secara umum, Al-Qur’an, sunnah dan para Ulama mencela akhlak suka berdebat. Ujung dari perdebatan bukan membuat orang lain menerima kebenaran, namun justru menjatuhkannya. Perdebatan tidak mendatangkan kebaikan, tapi justru mendatangkan keburukan.
“Perdebatan itu tidak membuat orang menjadi taat kepada agama namun justru membuatnya meninggalkan syariat,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Rabu (18/10/2023).
Kedua, khiwar (dialog) adalah beradu argumen dengan bukti dan etika yang baik. Dialog atau diskusi merupakan sesuatu yang positif, dan diperkenankan dalam Islam. Setidaknya ada tiga ayat dalam Al-Qur’an yang melarang suka berdebat atau jidal. Tiga ayat itu terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, Ali imran ayat 66, dan Az-Zukhruf ayat 58.
Ibnu Mas’ud mengatakan, jidal ditafsirkan ketika seseorang mendebat orang lain sampai orang itu marah. Bedebat yang batil dilakukan tanpa ilmu dan tanpa dasar. Rasulullah bahkan menganjurkan untuk meninggalkan debat sekalipun benar.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, perdebatan justru tidak membuat orang baik, namun membuat orang lain menjadi antipati. Orang yang suka berdebat ingin benar sendiri dan justru membuat orang lain menjauh.
Baca juga:Pemanfaatan Dana Wakaf Diharapkan untuk Bangun Fasilitas Kesehatan
Secara umum, Al-Qur’an, sunnah dan para Ulama mencela akhlak suka berdebat. Ujung dari perdebatan bukan membuat orang lain menerima kebenaran, namun justru menjatuhkannya. Perdebatan tidak mendatangkan kebaikan, tapi justru mendatangkan keburukan.
“Perdebatan itu tidak membuat orang menjadi taat kepada agama namun justru membuatnya meninggalkan syariat,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Rabu (18/10/2023).