Anak-Anak Gaza Tulis Nama di Tangan Biar Dikenali saat Syahid
Muhajirin
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 22:00 WIB
Anak-Anak Gaza Tulis Nama di Tangan Biar Dikenali saat Syahid
Pernahkah membayangkan Anda tidak dikenali jika terbunuh bersama seluruh anggota keluarga? Ini adalah kasus anak-anak yang mengungsi dari rumah di kompleks medis Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Anak-anak di sana menuliskan nama mereka di tangan. Mereka berharap bisa diidentifikasi saat syahid.
Anak-anak Palestina mengambil langkah ini karena banyak syuhada yang tidak teridentifikasi, terutama mereka yang syahid di Rumah Sakit Baptis Kota Gaza. Di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, Ahmed Abu Al-Saba (35 tahun) menulis namanya, nama anak, dan kerabat di tangan.
“Kami menulis nama kami di tangan kami dan nama anak-anak kami di tangan mereka agar tubuh kami dapat diidentifikasi jika pesawat pendudukan (zionis Israel) mengebom kami,” kata Ahmed, dikutip Al Jazeera, Jumat (20/10/2023).
Dia menambahkan, ada banyak syahid, terutama anak-anak, tidak bisa dikenali saat terkena bom zionis Israel. Apalagi, zionis Israel tidak membeda-bedakan saat membantai warga Gaza.
Baca juga:Pertegas Dukungan ke Palestina, Menlu RI Terbang ke Jeddah Bahas Situasi Gaza
Ribuan warga Palestina mengungsi ke Rumah Sakit Al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, akibat pemboman zionis Israel terhadap rumah mereka. Para pengungsi takut pesawat zionis Israel akan mengebom Rumah Sakit Al-Shifa, seperti yang mereka lakukan terhadap Rumah Sakit Al-Baptis di lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza.
“Dokter, Bisakah Saya Tetap Hidup?”, Impian Anak-Anak Gaza
Anak-anak Palestina mengambil langkah ini karena banyak syuhada yang tidak teridentifikasi, terutama mereka yang syahid di Rumah Sakit Baptis Kota Gaza. Di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, Ahmed Abu Al-Saba (35 tahun) menulis namanya, nama anak, dan kerabat di tangan.
“Kami menulis nama kami di tangan kami dan nama anak-anak kami di tangan mereka agar tubuh kami dapat diidentifikasi jika pesawat pendudukan (zionis Israel) mengebom kami,” kata Ahmed, dikutip Al Jazeera, Jumat (20/10/2023).
Dia menambahkan, ada banyak syahid, terutama anak-anak, tidak bisa dikenali saat terkena bom zionis Israel. Apalagi, zionis Israel tidak membeda-bedakan saat membantai warga Gaza.
Baca juga:Pertegas Dukungan ke Palestina, Menlu RI Terbang ke Jeddah Bahas Situasi Gaza
Ribuan warga Palestina mengungsi ke Rumah Sakit Al-Shifa, sebelah barat Kota Gaza, akibat pemboman zionis Israel terhadap rumah mereka. Para pengungsi takut pesawat zionis Israel akan mengebom Rumah Sakit Al-Shifa, seperti yang mereka lakukan terhadap Rumah Sakit Al-Baptis di lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza.
“Dokter, Bisakah Saya Tetap Hidup?”, Impian Anak-Anak Gaza