Pertimbangan Penting Sebelum Memutuskan Resign
Tim langit 7
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 07:13 WIB
ilustrasi
Resign memang bukan hal mudah untuk diputuskan. Sebelum resigm harus ditentukan lebih dahulu tujuan yang jelas dalam hidup.
“Resign nggak bisa dibilang positif atau negatif. Kalau keputusan resign-nya tepat sesuai kaidah yang nanti saya sharing, tentunya positif. Tetapi kalau karena ‘ga mau naik kelas’, itu negatif,” ujar Founder ESAY Consulting, Ewink SAY.
Dia menyontohkan, seseorang ingin menjadi pengusaha, dengan bekerja di perusahaan tertentu dapat membantu kita dalam mencapai tujuan tersebut. Setelah dirasa ilmu yang diserap cukup, maka resign adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan hidup kita.
“Misal teman perempuan punya keinginan untuk berperan sebagai ibu, jadi dipuas-puaskan berkarir sampai akhirnya mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga saya untuk menjadi seorang ibu 100 persen untuk anak. That’s a purpose,” tambahnya.
Ewink berpendapat, value atau nilai perusahaan bisa saja tidak sejalan dengan nilai kita sebagai pribadi. Bisa jadi nilai kepercayaan seperti produk yang dihasilkan kurang bermanfaat, atau perusahaan hanya memikirkan cuan.
Baca juga:Indonesia-Arab Saudi Sepakat Kerjasama Jaminan Produk Halal
Selain itu, kita juga harus menimbang hal-hal yang baik dan buruk dalam suatu perusahaan. Jika dianggap lebih banyak buruknya, maka kita bisa memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.
“Resign nggak bisa dibilang positif atau negatif. Kalau keputusan resign-nya tepat sesuai kaidah yang nanti saya sharing, tentunya positif. Tetapi kalau karena ‘ga mau naik kelas’, itu negatif,” ujar Founder ESAY Consulting, Ewink SAY.
Dia menyontohkan, seseorang ingin menjadi pengusaha, dengan bekerja di perusahaan tertentu dapat membantu kita dalam mencapai tujuan tersebut. Setelah dirasa ilmu yang diserap cukup, maka resign adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan hidup kita.
“Misal teman perempuan punya keinginan untuk berperan sebagai ibu, jadi dipuas-puaskan berkarir sampai akhirnya mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga saya untuk menjadi seorang ibu 100 persen untuk anak. That’s a purpose,” tambahnya.
Ewink berpendapat, value atau nilai perusahaan bisa saja tidak sejalan dengan nilai kita sebagai pribadi. Bisa jadi nilai kepercayaan seperti produk yang dihasilkan kurang bermanfaat, atau perusahaan hanya memikirkan cuan.
Baca juga:Indonesia-Arab Saudi Sepakat Kerjasama Jaminan Produk Halal
Selain itu, kita juga harus menimbang hal-hal yang baik dan buruk dalam suatu perusahaan. Jika dianggap lebih banyak buruknya, maka kita bisa memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.