home lifestyle muslim

Lula Kamal Minta Masyarakat Tak Pilih-Pilih, Semua Vaksin Bagus

Selasa, 31 Agustus 2021 - 21:30 WIB
Lula Kamal Foto: Instagram.com/lulakamaldr
Aktris sekaligus dokter, Lula Kamal, menekankan saat ini masyarakat harus mengutamakan vaksinasi Covid-19 untuk pembentukan antibodi. Karena itu ia meninta tak perlu pilih-pilih vaksin tertentu karena semua telah terbukti aman.

“Intinya, segera divaksin. Kalau yang dekat dengan tempat kita adalah Sinovac, ya Sinovac. Kalau yang dekat dengan tempat kita adalah AstraZeneca, ya AstraZeneca. Semua jenis vaksin terbukti bagus,” kata Lula, Selasa (31/8/2021).

Belakangan, masyarakat banyak memburu vaksin Pfizer karena dianggap lebih baik dibandingkan dengan vaksin lainnya. Vaksin buatan Amerika Serikat ini telah tiba di Indonesia sebanyak 1.560.780 juta dosis pada Kamis (20/8) dan telah didistribusikan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Tanggerang Selatan, dan Bekasi.

Berdasarkan laman covid19.go.id, tingkat efikasi vaksin Pfizer pada usia di atas 16 tahun mencapai 95,5 persen dan pada usia 12-15 tahun sebesar 100 persen.

Lula mengatakan bahwa nilai efikasi vaksin Covid-19 bukanlah sesuatu yang tetap. Tingkat efikasi akan berubah-ubah bergantung subjek atau kelompok penelitian yang dilakukan, sebagai contoh studi pada kelompok tenaga kesehatan (nakes) hasilnya akan berbeda dengan kelompok masyarakat umum.

“Efikasi itu bisa berubah-ubah. Pfizer disebut-sebut 90 sekian persen tingkat efikasinya, tapi di Israel efikasinya hanya 64 persen. Ini juga dipicu karena kemunculan varian delta dan varian virus lainnya,” kata Lula.

Lula memaparkan vaksinasi penting dilakukan meski tidak akan membuat tubuh kebal terhadap virus 100 persen. Namun dengan vaksinasi Covid-19, tubuh dapat membentuk antibodi dan mengenali virus sehingga jika suatu saat Covid-19 menyerang, tubuh telah mengetahui bagaimana cara mengatasinya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
vaksin covid-19 pandemi vaksinasi covid-19 lula kamal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya