Gusdurian dan UNESCO Latih Tokoh Agama Kampanye Pemilu Damai di Medsos
Tim langit 7
Selasa, 24 Oktober 2023 - 15:00 WIB
ilustrasi
Jaringan Gusdurian bekerja sama dengan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB melatih para tokoh agama untuk mampu menyampaikan kampanye tentang pemilu damai di media sosial.
Pelatihan dengan tema Meneguhkan Peran Tokoh Agama dalam Melakukan Kampanye Narasi #PemiluDamai itu digelar di Yogyakarta, pada Jumat-Ahad, 20-22 Oktober 2023.
Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad mengungkapkan, media sosial memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Terlebih pada tahun politik ini potensi ujaran kebencian dan informasi palsu digunakan oleh aktor politik sangat besar.
"Oleh karenanya kami mengundang para tokoh agama untuk mengikuti pelatihan ini agar menjadi agen perdamaian yang bisa menyebar narasi positif di media sosial dan lingkungan masing-masing,” ujar Jay Akhmad dikutip dari NU Online, Selasa (24/10/2023).
Baca juga:Humas Pemerintah Diminta Siapkan Konten Pemilu Damai
Selain membekali tokoh agama dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan memilah informasi, lanjut Jay, pelatihan ini menjadi ruang pertemuan bagi para tokoh agama untuk berbagi pengalaman. "Diharapkan para tokoh agama bisa saling berkolaborasi dan memperluas pengaruhnya dalam dunia digital," lanjutnya.
Kepala Unit Komunikasi dan Informasi UNESCO Jakarta Ana Lomtadze mengatakan bahwa sangat penting untuk membekali para tokoh agama dengan berbagai literasi di dunia maya.
Pelatihan dengan tema Meneguhkan Peran Tokoh Agama dalam Melakukan Kampanye Narasi #PemiluDamai itu digelar di Yogyakarta, pada Jumat-Ahad, 20-22 Oktober 2023.
Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad mengungkapkan, media sosial memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Terlebih pada tahun politik ini potensi ujaran kebencian dan informasi palsu digunakan oleh aktor politik sangat besar.
"Oleh karenanya kami mengundang para tokoh agama untuk mengikuti pelatihan ini agar menjadi agen perdamaian yang bisa menyebar narasi positif di media sosial dan lingkungan masing-masing,” ujar Jay Akhmad dikutip dari NU Online, Selasa (24/10/2023).
Baca juga:Humas Pemerintah Diminta Siapkan Konten Pemilu Damai
Selain membekali tokoh agama dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan memilah informasi, lanjut Jay, pelatihan ini menjadi ruang pertemuan bagi para tokoh agama untuk berbagi pengalaman. "Diharapkan para tokoh agama bisa saling berkolaborasi dan memperluas pengaruhnya dalam dunia digital," lanjutnya.
Kepala Unit Komunikasi dan Informasi UNESCO Jakarta Ana Lomtadze mengatakan bahwa sangat penting untuk membekali para tokoh agama dengan berbagai literasi di dunia maya.