Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di Negara Lain, Masyarakat Jangan Lengah
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 01 September 2021 - 06:35 WIB
ilustrasi lonjakan kasus Covid-19 (foto: langit7.id/istock)
Kebijakan Pemerintah dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali kian menuai hasil positif. Dalam perpanjangan PPKM level 1-4 minggu ini, tercatat wilayah yang masuk ke dalam level 3 adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya dan Surabaya Raya, Malang Raya dan Solo Raya.
Berdasarkan data secara nasional, kasus harian juga mengalami penurunan dibawah 10.000 kasus, tingkat kesembuhan di atas 15.000 pasien, dan kasus aktif turun hingga 203.000 kasus. Rata-rata BOR (Bed Occupancy Rate atau tingkat keterisian ranjang rumah sakit) nasional juga sudah berada di sekitar 27%.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, mengatakan bahwa penurunan level PPKM di beberapa daerah merupakan hasil upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam bekerja sama menaati peraturan, disiplin protokol kesehatan, menggencarkan vaksinasi, serta penguatan 3T.
"Tren positif ini adalah buah ikhtiar kita semua yang patut disyukuri," kata Johnny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8).
Kendati demikian, politisi Nasdem itu juga mengingatkan perkembangan dan pergerakan Covid-19 masih bersifat dinamis dan fluktuatif. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat belajar dari India, yang baru-baru ini mengalami lonjakan kasus Covid karena berkerumun dalam festival akbar di Kerala, India.
Dalam kasus ini, terdapat peningkatan 46.759 kasus infeksi baru virus Covid-19 di India hari Sabtu (28/8). Dari data yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kerala, 70% kasus baru berasal dari warga yang hadir di festival lokal tersebut. Angka ini juga dikatakan sebagai lonjakan pada level tertinggi dalam dua bulan terakhir di India.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Johnny mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terjebak dalam euforia. Ia mengajak masyarakat agar tetap waspada, jangan lengah dan jangan kendor protokol kesehatan.
Berdasarkan data secara nasional, kasus harian juga mengalami penurunan dibawah 10.000 kasus, tingkat kesembuhan di atas 15.000 pasien, dan kasus aktif turun hingga 203.000 kasus. Rata-rata BOR (Bed Occupancy Rate atau tingkat keterisian ranjang rumah sakit) nasional juga sudah berada di sekitar 27%.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, mengatakan bahwa penurunan level PPKM di beberapa daerah merupakan hasil upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam bekerja sama menaati peraturan, disiplin protokol kesehatan, menggencarkan vaksinasi, serta penguatan 3T.
"Tren positif ini adalah buah ikhtiar kita semua yang patut disyukuri," kata Johnny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8).
Kendati demikian, politisi Nasdem itu juga mengingatkan perkembangan dan pergerakan Covid-19 masih bersifat dinamis dan fluktuatif. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat belajar dari India, yang baru-baru ini mengalami lonjakan kasus Covid karena berkerumun dalam festival akbar di Kerala, India.
Dalam kasus ini, terdapat peningkatan 46.759 kasus infeksi baru virus Covid-19 di India hari Sabtu (28/8). Dari data yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kerala, 70% kasus baru berasal dari warga yang hadir di festival lokal tersebut. Angka ini juga dikatakan sebagai lonjakan pada level tertinggi dalam dua bulan terakhir di India.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Johnny mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terjebak dalam euforia. Ia mengajak masyarakat agar tetap waspada, jangan lengah dan jangan kendor protokol kesehatan.