Wanita Hamil di Gaza: Kelahiran Prematur, Keguguran atau Syahid
Tim langit 7
Senin, 06 November 2023 - 06:00 WIB
Wanita hamil di Jalur Gaza menghadapi tragedi mengerikan yang mengancam di depan mata. Mereka harus siap menghadapi keguguran, kelahiran prematur, atau syahid terkena bom penjajah Israel
Wanita hamil di Jalur Gaza menghadapi tragedi mengerikan yang mengancam di depan mata. Mereka harus siap menghadapi keguguran, kelahiran prematur, atau syahid terkena bom penjajah Israel. Ini ditengarai kebengisan penjajah Israel yang tak mengecualikan rumah sakit sebagai target pengeboman.
Para wanita hamil ini menderita karena kurangnya tempat tidur, dokter, dan perawatan medis yang baik sebelum dan sesudah melahirkan.
Dokter Abdel Hakim Shehata, seorang dokter kandungan, mengatakan, sejak awal agresi di Jalur Gaza, banyak perempuan mengalami kelahiran prematur dan keguguran. Mereka takut dan panik akibat pemboman Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Baca juga:Aksi Solidaritas di Monas, Menag Tegaskan Posisi Indonesia Bersama Palestina
Penderitaan Ibu Hamil
Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza mengarahkan pelayanan kebidanan ke Rumah Sakit Internasional Al-Hilu (swasta), karena menerima banyak korban luka perang dan ribuan pengungsi yang memadati rumah sakit tersebut.
Mengutip Anadolu Agency, Islam Palestina Hamdan, mengakut sulit untuk mendapatkan perawatan untuk adiknya yagn sedang hamil dari rumah sakit. Selain rumah sakit penuh, “Kami mengalami kesulitan untuk berpindah dari Beit Hanoun pada malam hari karena kondisi buruk,” ujarnya.
Para wanita hamil ini menderita karena kurangnya tempat tidur, dokter, dan perawatan medis yang baik sebelum dan sesudah melahirkan.
Dokter Abdel Hakim Shehata, seorang dokter kandungan, mengatakan, sejak awal agresi di Jalur Gaza, banyak perempuan mengalami kelahiran prematur dan keguguran. Mereka takut dan panik akibat pemboman Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Baca juga:Aksi Solidaritas di Monas, Menag Tegaskan Posisi Indonesia Bersama Palestina
Penderitaan Ibu Hamil
Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza mengarahkan pelayanan kebidanan ke Rumah Sakit Internasional Al-Hilu (swasta), karena menerima banyak korban luka perang dan ribuan pengungsi yang memadati rumah sakit tersebut.
Mengutip Anadolu Agency, Islam Palestina Hamdan, mengakut sulit untuk mendapatkan perawatan untuk adiknya yagn sedang hamil dari rumah sakit. Selain rumah sakit penuh, “Kami mengalami kesulitan untuk berpindah dari Beit Hanoun pada malam hari karena kondisi buruk,” ujarnya.