4 Cara Sederhana Meneguhkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Tim langit 7
Selasa, 07 November 2023 - 23:58 WIB
4 Cara Sederhana Meneguhkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Dalam lafaz syahadat, setiap muslim pasti akan bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang nabi dan rasul utusan Allah SAW. Ikrar tersebut tidak boleh hanya sekadar ucapan saja, tapi harus menjadi hakikat dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Hendra Sofiyansyah saat menyampaikan ceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta menjelaskan, setiap manusia akan ditanya terkait kecintaannya kepada Rasulullah SAW saat di alam kubur. Maka itu, kata dia, ada empat cara sederhana untuk meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Empat cara sederhana itu di antaranya:
1. Banyak Baca Buku Sirah Nabawiyah
Jika punya kecukupan harta, maka sangat dianjurkan untuk membeli setidaknya satu buku sirah (sejarah kehidupan) Rasulullah SAW. Jika pun tidak mampu, maka bisa ke perpustakaan untuk membaca buku tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.
“Terdapat sangat banyak karya bagus di bidang ini yang berbahasa Indonesia, termasuk yang diterjemahkan dari edisi aslinya yang berbahasa Arab. Misalnya: Nurul Yaqin karya Syekh Muhammad Khudhari dan Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri. Kedua karya ini sangat populer,” kata Hendra saat menyampaikan tausiah di Masjid Istiqlal, dikutip Selasa (7/11).
2. Dengar Video tentang Sirah Nabawiyah
Ustadz Hendra Sofiyansyah saat menyampaikan ceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta menjelaskan, setiap manusia akan ditanya terkait kecintaannya kepada Rasulullah SAW saat di alam kubur. Maka itu, kata dia, ada empat cara sederhana untuk meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Empat cara sederhana itu di antaranya:
1. Banyak Baca Buku Sirah Nabawiyah
Jika punya kecukupan harta, maka sangat dianjurkan untuk membeli setidaknya satu buku sirah (sejarah kehidupan) Rasulullah SAW. Jika pun tidak mampu, maka bisa ke perpustakaan untuk membaca buku tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.
“Terdapat sangat banyak karya bagus di bidang ini yang berbahasa Indonesia, termasuk yang diterjemahkan dari edisi aslinya yang berbahasa Arab. Misalnya: Nurul Yaqin karya Syekh Muhammad Khudhari dan Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri. Kedua karya ini sangat populer,” kata Hendra saat menyampaikan tausiah di Masjid Istiqlal, dikutip Selasa (7/11).
2. Dengar Video tentang Sirah Nabawiyah