Jangan Asal Ceplos, Ini Bahaya Suka Berdebat
Muhajirin
Kamis, 09 November 2023 - 12:00 WIB
ilustrasi
Suka berdebat merupakan akhlak buruk. Ada dua istilah digunakan untuk kata debat yakni jidal (debat) yang berkonotasi buruk dan dilarang. Kedua, istilah khiwar (dialog) yang berkonotasi baik dan dianjurkan.
Jidal yakni saling menyanggah di antara dua pihak tanpa menggunakan bukti yang kokoh dan etika yang baik. Khiwar atau adalah beradu argumen dengan bukti dan etika yang baik. Ada banyak dalil dalam Al-Qur’an yang melarang debat. Bisa ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, Surah Ali Imran ayat 66, dan Surah Az-Zukhruf ayat 58.
“Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS Az-Zukhruf: 58)
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, perdebatan justru tidak membuat orang baik, namun membuat orang lain menjadi antipati. Perbebatan bisa pada tahap fatal, yakni putusnya tali silaturahmi.
Ibnu Abbas pernah mengatakan, “Janganlah kau mendebat saudaramu karena perdebatan itu tidak akan dipahami hikmahnya dan juga tidak aman masalahnya.” Sementara, Imam Malik mengatakan, “Perdebatan ini tidaklah masuk ke dalam ajaran agama sedikit pun.”
Secara umum, Al-Qur’an, sunnah dan para Ulama mencela akhlak suka berdebat. Ujung dari perdebatan bukan membuat orang lain menerima kebenaran, namun justru menjatuhkannya. Perdebatan tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya justru mendatangkan keburukan.
“Perdebatan itu tidak membuat orang menjadi taat kepada agama namun justru membuatnya meninggalkan syariat,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring, Rabu (8/11).
Jidal yakni saling menyanggah di antara dua pihak tanpa menggunakan bukti yang kokoh dan etika yang baik. Khiwar atau adalah beradu argumen dengan bukti dan etika yang baik. Ada banyak dalil dalam Al-Qur’an yang melarang debat. Bisa ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, Surah Ali Imran ayat 66, dan Surah Az-Zukhruf ayat 58.
“Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS Az-Zukhruf: 58)
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, perdebatan justru tidak membuat orang baik, namun membuat orang lain menjadi antipati. Perbebatan bisa pada tahap fatal, yakni putusnya tali silaturahmi.
Ibnu Abbas pernah mengatakan, “Janganlah kau mendebat saudaramu karena perdebatan itu tidak akan dipahami hikmahnya dan juga tidak aman masalahnya.” Sementara, Imam Malik mengatakan, “Perdebatan ini tidaklah masuk ke dalam ajaran agama sedikit pun.”
Secara umum, Al-Qur’an, sunnah dan para Ulama mencela akhlak suka berdebat. Ujung dari perdebatan bukan membuat orang lain menerima kebenaran, namun justru menjatuhkannya. Perdebatan tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya justru mendatangkan keburukan.
“Perdebatan itu tidak membuat orang menjadi taat kepada agama namun justru membuatnya meninggalkan syariat,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring, Rabu (8/11).