Apa yang Menjamin Pernikahan Sukses?
Muhajirin
Jum'at, 10 November 2023 - 15:00 WIB
ilustrasi
Tidak ada jaminan bahwa setiap pernikahan akan berhasil atau memberikan kebahagiaan hakiki bagi kedua mempelai. Namun, dalam Islam, ada jaminan bahwa jika seseorang memenuhi syarat dan panduan untuk mematuhi Allah dan rasul-Nya terkait pernikahan, maka ia akan memiliki potensi nyata untuk mencapai kebahagiaan pernikahan yang didambakan setiap orang.
Anggota dewan ilmiah penelitian Al-Qur’an dan Sunnah di Kairo, Mustafa Zayed, menjelaskan, ahasia pertama dari pernikahan yang sukses adalah memilih pasangan yang tepat.
"Barangsiapa yang melamar putri-putri kalian yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka terimalah pinangannya, jika tidak, itu akan menjadi cobaan yang berat." (HR. Bukhari)
Artinya, salah satu syarat dalam Islam adalah adanya kesetaraan antara suami dan istri dalam lingkungan budaya, sosial, bahkan finansial. Namun, parameter utama untuk memilih pasangan adalah agama.
Demikian pula, Nabi menasehati para pria Muslim dengan nasihat untuk menjadikan perilaku Islami sebagai filter utama dalam memilih seorang istri. Dalam kutipannya yang terkenal, Nabi Muhammad bersabda:
"Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena status sosialnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya (adab Islami), maka nikahilah yang memiliki agama, jika tidak, Anda akan mendapatkan debu (tidak mendapatkan apa-apa)." (HR. Bukhari)
“Kutipan ini berbicara tentang wanita, tetapi sebenarnya maknanya juga berlaku untuk pria. Karena wanita muda dan pria muda bisa saja memilih pasangan yang tampan, kaya, lucu, gaul, dan membutakan diri terhadap agama dan akhlak Islam yang sebenarnya,” kata Mustofa melalui About Islam, Jumat (10/11).
Anggota dewan ilmiah penelitian Al-Qur’an dan Sunnah di Kairo, Mustafa Zayed, menjelaskan, ahasia pertama dari pernikahan yang sukses adalah memilih pasangan yang tepat.
"Barangsiapa yang melamar putri-putri kalian yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka terimalah pinangannya, jika tidak, itu akan menjadi cobaan yang berat." (HR. Bukhari)
Artinya, salah satu syarat dalam Islam adalah adanya kesetaraan antara suami dan istri dalam lingkungan budaya, sosial, bahkan finansial. Namun, parameter utama untuk memilih pasangan adalah agama.
Demikian pula, Nabi menasehati para pria Muslim dengan nasihat untuk menjadikan perilaku Islami sebagai filter utama dalam memilih seorang istri. Dalam kutipannya yang terkenal, Nabi Muhammad bersabda:
"Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena status sosialnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya (adab Islami), maka nikahilah yang memiliki agama, jika tidak, Anda akan mendapatkan debu (tidak mendapatkan apa-apa)." (HR. Bukhari)
“Kutipan ini berbicara tentang wanita, tetapi sebenarnya maknanya juga berlaku untuk pria. Karena wanita muda dan pria muda bisa saja memilih pasangan yang tampan, kaya, lucu, gaul, dan membutakan diri terhadap agama dan akhlak Islam yang sebenarnya,” kata Mustofa melalui About Islam, Jumat (10/11).