home global news

Jadi Madrasah Utama, Keluarga Harus Awal Kampanye Anti Kekerasan

Senin, 20 November 2023 - 11:16 WIB
ilustrasi
Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi ‘Buah Hati, Firmansyah, mengatakan, keluarga harus menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak untuk mendapatkan sistem nilai yang baik dan positif berupa etika, tatakrama (adab sopan santun) atau norma aturan untuk berperilaku yang baik.

Jika seorang anak mendapatkan sistem nilai tersebut, maka dia bisa berperilaku baik sesuai dengan norma tata aturan yang diterapkan keluarga saat berada di lungkungan masyarakat. Sebagai madrasah yang pertama dan utama bagi anak, keluarga juga berpengaruh kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Sebaliknya kalau keluarga dalam banyak perannya tidak mampu berperan baik sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak maka keluarga diibaratkan perahu bocor yang tidak berfungsi baik atau tidak mampu mencontohkan perilaku yang diharapkan,” kata Firmansyah melalui laman lintas samudra, Senin (20/11/2023).

Baca juga:KPJ Healthcare Hadirkan Pelayanan Kesehatan dengan Fasilitas Canggih

Menilik pada berbagai permasalahan sosial yang dilakukan anak saat berinteraksi sosial baik di sekolah maupun di luar sekolah kebanyakan perbuatan kekerasan itu dicontoh, ditiru atau adopsi dari lingkungan keluarga. Secara umum, perilaku yang diperankan anak adalah hal yang diadopsi (ditiru) dari lingkungan keluarga.

“Perilaku yang diadopsi tersebut kemudian dipraktekan anak saat mereka berinteraksi sosial dengan orang lain di luar lingkungan keluarga,” ujar Firmansyah.

Proses adopsi perilaku dilakukan anak dengan cara melihat dan mendengar sesuatu hal yang sering dan biasa terjadi di lingkungan keluarga. Perilaku yang ditiru (diadopsi) lalu dalam pikiran anak dinilai baik kemudian perilaku itu mereka praktekan saat berinteraksi sosial.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
keluarga madrasah kekerasan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya