Tujuan Politik dalam Islam, Bukan Mencari Kursi Kekuasaan
Muhajirin
Selasa, 21 November 2023 - 18:00 WIB
ilustrasi
Sejarawan sekaligus Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, Tiar Anwar Bachtiar, menegaskan, politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia, sekalipun bukan satu-satunya yang paling utama.
Dalam Islam, tujuan politik dibagi menjadi dua. Pertama, menegakkan Islam (himâyah al-dîn). Kedua, mewujudkan kesejahteraan umat (ri’âsah syu’ûn al-ummah).
“Tujuan politik dalam Islam sama sekali tidak memberi ruang bagi pragmatisme pribadi dan kelompok. Politik digunakan bukan untuk menumpuk keuntungan pribadi; juga bukan untuk menegakkan kepentingan kelompok (‘ashabiyyah). Hanya dua yang boleh mendapatkan manfaat dari kegiatan politik, yaitu agama dan rakyat,” kata Tiar melalui laman Insists, dikutip Selasa (21/11/2023).
Tujuan politik dalam Islam sangat mulia. Maka itu, Imam Al-Ghazali mengggambarkan para pemegang kekuasaan sebagai orang yang mendapatkan nikmat besar.
Kedudukan Wilayah politik bisa sangat mulia. Politik di dalam Islam menempati posisi yang penting, asal politik dipergunakan sesuai track, yaitu untuk menjaga tegaknya agama dan menyejahterakan rakyat.
Baca juga:Ketua DPD RI Bedah HAM dan Cita-cita Bangsa Sesuai Konstitusi di FH Unair
“Oleh sebab itu, politisi yang tidak bekerja sesuai dengan akadnya sebagai politisi, dia dinamakan pengkhianat. Dia mengkhianati amanah Allah dan amanah rakyat sekaligus. Dosanya pun tidak kepalang tanggung, sama seperti pahalanya,” ungkap Tiar.
Dalam Islam, tujuan politik dibagi menjadi dua. Pertama, menegakkan Islam (himâyah al-dîn). Kedua, mewujudkan kesejahteraan umat (ri’âsah syu’ûn al-ummah).
“Tujuan politik dalam Islam sama sekali tidak memberi ruang bagi pragmatisme pribadi dan kelompok. Politik digunakan bukan untuk menumpuk keuntungan pribadi; juga bukan untuk menegakkan kepentingan kelompok (‘ashabiyyah). Hanya dua yang boleh mendapatkan manfaat dari kegiatan politik, yaitu agama dan rakyat,” kata Tiar melalui laman Insists, dikutip Selasa (21/11/2023).
Tujuan politik dalam Islam sangat mulia. Maka itu, Imam Al-Ghazali mengggambarkan para pemegang kekuasaan sebagai orang yang mendapatkan nikmat besar.
Kedudukan Wilayah politik bisa sangat mulia. Politik di dalam Islam menempati posisi yang penting, asal politik dipergunakan sesuai track, yaitu untuk menjaga tegaknya agama dan menyejahterakan rakyat.
Baca juga:Ketua DPD RI Bedah HAM dan Cita-cita Bangsa Sesuai Konstitusi di FH Unair
“Oleh sebab itu, politisi yang tidak bekerja sesuai dengan akadnya sebagai politisi, dia dinamakan pengkhianat. Dia mengkhianati amanah Allah dan amanah rakyat sekaligus. Dosanya pun tidak kepalang tanggung, sama seperti pahalanya,” ungkap Tiar.