Tekan Angka Bunuh Diri Mahasiswa, Kampus Harus Ciptakan Iklim Akademik yang Humanis
Tim langit 7
Rabu, 22 November 2023 - 11:00 WIB
ilustrasi
Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang meningkat jumlahnya. Angkanya cukup tinggi, mencapai 700 ribu pertahun dan mayoritas dialami oleh mahasiswa.
Fenomena tersebut saat ini menjadi kasus mendesak, mengingat lonjakan kasus bunuh diri di Indonesia mencapai 6,37 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa berhasil mengundang perhatian publik. Dr Nur Ainy Fardana MSi Psikolog, Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) buka suara merespon kejadian ini.
Menurutnya, faktor pemicu keinginan bunuh diri pada mahasiswa karena adanya masalah kesehatan mental. Kedua, tekanan dan tuntutan yang tinggi dalam lingkup akademik dan keluarga.
Ketiga, perasaan kesepian yang dikarenakan tidak adanya dukungan sosial. Keempat, masalah finansial yang serius. Terakhir, peristiwa traumatis akibat kehilangan orang terdekat atau mengalami pelecehan.
Baca juga:Unusa Terima Zakat Korporasi Rp100 Juta dari Bank Mega Syariah
Bangku perkuliahan yang diharapkan mencetak generasi unggul, hanya saja ada kemungkinan kondisi mahasiswa yang mengalami problem kesehatan mental karena kurang mampu beradaptasi sehingga memuncukan tekanan akademik.
Fenomena tersebut saat ini menjadi kasus mendesak, mengingat lonjakan kasus bunuh diri di Indonesia mencapai 6,37 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa berhasil mengundang perhatian publik. Dr Nur Ainy Fardana MSi Psikolog, Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) buka suara merespon kejadian ini.
Menurutnya, faktor pemicu keinginan bunuh diri pada mahasiswa karena adanya masalah kesehatan mental. Kedua, tekanan dan tuntutan yang tinggi dalam lingkup akademik dan keluarga.
Ketiga, perasaan kesepian yang dikarenakan tidak adanya dukungan sosial. Keempat, masalah finansial yang serius. Terakhir, peristiwa traumatis akibat kehilangan orang terdekat atau mengalami pelecehan.
Baca juga:Unusa Terima Zakat Korporasi Rp100 Juta dari Bank Mega Syariah
Bangku perkuliahan yang diharapkan mencetak generasi unggul, hanya saja ada kemungkinan kondisi mahasiswa yang mengalami problem kesehatan mental karena kurang mampu beradaptasi sehingga memuncukan tekanan akademik.