home community

Sejarah Banser dan Unit Organisasi Mirip Militer

Kamis, 02 September 2021 - 04:05 WIB
Banser NU yang mirip organisasi militer. (Foto: Antara).
Banser atau Barisan Ansor Serbaguna merupakan sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang bersifat otonom, di bawah Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor). Banser mengambil peran sebagai tenaga inti GP Ansor, yakni sebagai kader "Penggerak".

Penggerak memiliki makna pengaman program–program sosial kemasyarakatan GP Ansor. Namun pada perkembangannya, Banser juga bertugas dalam pengamanan-pengamanan sosial lainnya. Kelompok ini juga kerap melakukan pengamanan paham-paham radikalisme.

Dulu Banser disebut sebagai Barisan Nahdlatul Oelama (Banoe). Banoe merupakan kepanduan yang diciptakan oleh Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO) Cabang Malang. Anoe Sendiri merupakan cikal bakal lahirnya GP Anshor.

Baca Juga: KH Abdurrahim Nur: Ulama Muhammadiyah dan Persis yang Pernah Jadi Ketua GP Ansor

Mengutip NU Online, dalam Kongres II ANO di Malang pada 1937, Banoe menunjukkan kebolehan pertama kalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang.

Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namanya tetap dikenang, bahkan diabadikan sebagai nama salah satu jalan di kota Malang.

Sementara, organisasi induknya, GP Ansor lahir saat ulama-ulama di tubuh NU berbeda padangan tentang metode dakwah ke depan. Perbedaan pendapat itu menguat pada dua titik, KH Abdul Wahab Chasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan moderen.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nahdlatul ulama gp anshor banser
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya