Mukernas III MUI Soroti Serius Isu Kemanusiaan dan Konflik Dunia
Tim langit 7
Senin, 04 Desember 2023 - 08:00 WIB
Mukernas III Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1 -3 Desember 2023 secara serius menyoroti isu kemanusiaan dan konflik dunia.
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1 -3 Desember 2023 secara serius menyoroti isu kemanusiaan dan konflik dunia.
Dalam Rapat Pleno,Sabtu (02/12/2023), MUI mengambil tajuk "Kemanusiaan di Tengah Krisis dan Konflik Dunia”.
Guru Besar Bidang HAM dan Gender Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan secara teologis agama membawa kebaikan pada manusia. Kata dia, tidak ada agama yang menganjurkan untuk melakukan penghancuran.
"Beda lagi ketika agama dilihat secara sosio politik, kita butuh bukti history. Sebab, agama kerap digunakan untuk tameng pelanggaran kemanusiaan," beber Prof. Siti saat menjadi pembicara.
Menurut dia, pentingnya menjaga kemanusiaan selaras dengan menjaga manusia itu sendiri. Terlebih melihat banyaknya peristiwa pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam skala nasional maupun internasional, seperti persoalan Palestina.
Selaras dengan pernyataan Prof. Siti, dalam forum yang sama, turut hadir pula Ketua Presidium MER-C, Dr. Sarbini Abdul Murod yang menyebut situasi di Gaza menjadi misi kemanusiaan yang berat untuk diemban.
Sarbini menambahkan bahwa genosida yang diluncurkan Israel telah melahirkan banyak kerusakan bagi Palestina. Sudah semestinya dunia Internasional memberikan perhatiannya terhadap persoalan ini.
Dalam Rapat Pleno,Sabtu (02/12/2023), MUI mengambil tajuk "Kemanusiaan di Tengah Krisis dan Konflik Dunia”.
Guru Besar Bidang HAM dan Gender Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan secara teologis agama membawa kebaikan pada manusia. Kata dia, tidak ada agama yang menganjurkan untuk melakukan penghancuran.
"Beda lagi ketika agama dilihat secara sosio politik, kita butuh bukti history. Sebab, agama kerap digunakan untuk tameng pelanggaran kemanusiaan," beber Prof. Siti saat menjadi pembicara.
Menurut dia, pentingnya menjaga kemanusiaan selaras dengan menjaga manusia itu sendiri. Terlebih melihat banyaknya peristiwa pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam skala nasional maupun internasional, seperti persoalan Palestina.
Selaras dengan pernyataan Prof. Siti, dalam forum yang sama, turut hadir pula Ketua Presidium MER-C, Dr. Sarbini Abdul Murod yang menyebut situasi di Gaza menjadi misi kemanusiaan yang berat untuk diemban.
Sarbini menambahkan bahwa genosida yang diluncurkan Israel telah melahirkan banyak kerusakan bagi Palestina. Sudah semestinya dunia Internasional memberikan perhatiannya terhadap persoalan ini.