Israa Jaabis, Ikon Ketabahan Tahanan Perempuan Palestina
Muhajirin
Rabu, 06 Desember 2023 - 21:00 WIB
Israa Jaabis merupakan tahanan Palestina di penjara Israel yang dibebaskan setelah delapan tahun dibui berkat perjuangan Hamas
Israa Jaabis merupakan tahanan Palestina di penjara Israel yang dibebaskan setelah delapan tahun dibui berkat perjuangan Hamas pada 25 November 2023. Israa dijadikan ikon ketabahan oleh Kementerian Urusan Perempuan Palestina pada 2017 atas ketabahan menghadapi ruang isolasi, penyakit, berbagai luka akibat penindasan sipir penjara Israel.
Pada 2015, dia terlibat kecelakaan setelah mobilnya ditembak tentara Israel di dekat pos pemeriksaan saat melakukan perjalanan dari Jericho ek Al-Quds.
Gas dalam mobilnya meledak sehingga menyebabkan Israa mengalami 50%-60% luka bakar, jari-jari tangan terpotong, telinga menempel ke kepala, dan tidak bisa mengangkat tangan karena adanya pelengketan kulit.
Hanya beberapa hari dirawat di rumah sakit di Al-Quds, dia ditangkap atas tuduhan mencoba menyerang tentara Israel. Dia dipindahkan secara paksa ke penjara Israel tanpa ada perawatan medis yang menyebabkan Israa ‘cacat’ permanen.
Dia telah menyaksikan berbagai penyiksaan di dalam penjara yang didokumentasikan dalam buku berjudul ‘Hurt’ dan “How Can I Be Me Again?”. Pada 24 November 2023, dia dibebaskan berkat syarat pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.
Baca juga:Hafiz Muda Asal Mesir, Contoh Kemampuan Spektakuler Penyandang Disabilitas
Israa Jaabis lahir pada 22 Juli 1986, di kota bersejarah Jabal Mukaber, Al-Quds. Dia tumbuh di keluarga Palestina di sebuah desa yang setiap hari menyaksikan kebrutalan Israel seperti perampasan rumah, fasilitas umum, hingga tanah warga sipil. Dia bersama sembilan saudaranya sudah ‘kenyang’ dengan kezaliman yang dipertontonkan Israel.
Pada 2015, dia terlibat kecelakaan setelah mobilnya ditembak tentara Israel di dekat pos pemeriksaan saat melakukan perjalanan dari Jericho ek Al-Quds.
Gas dalam mobilnya meledak sehingga menyebabkan Israa mengalami 50%-60% luka bakar, jari-jari tangan terpotong, telinga menempel ke kepala, dan tidak bisa mengangkat tangan karena adanya pelengketan kulit.
Hanya beberapa hari dirawat di rumah sakit di Al-Quds, dia ditangkap atas tuduhan mencoba menyerang tentara Israel. Dia dipindahkan secara paksa ke penjara Israel tanpa ada perawatan medis yang menyebabkan Israa ‘cacat’ permanen.
Dia telah menyaksikan berbagai penyiksaan di dalam penjara yang didokumentasikan dalam buku berjudul ‘Hurt’ dan “How Can I Be Me Again?”. Pada 24 November 2023, dia dibebaskan berkat syarat pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.
Baca juga:Hafiz Muda Asal Mesir, Contoh Kemampuan Spektakuler Penyandang Disabilitas
Israa Jaabis lahir pada 22 Juli 1986, di kota bersejarah Jabal Mukaber, Al-Quds. Dia tumbuh di keluarga Palestina di sebuah desa yang setiap hari menyaksikan kebrutalan Israel seperti perampasan rumah, fasilitas umum, hingga tanah warga sipil. Dia bersama sembilan saudaranya sudah ‘kenyang’ dengan kezaliman yang dipertontonkan Israel.