Sarbumusi Beri Rekomendasi Soal Ketenagakerjaan pada Capres
Tim langit 7
Jum'at, 15 Desember 2023 - 13:00 WIB
ilustrasi
Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) memberikan masukan atau rekomendasi untuk para calon presiden RI pada pemilihan umum (pemilu) 2024 soal ketenagakerjaan.
Rekomendasi ini diberikan kepada para capres usai Sarbumusi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Ketenagakerjaan Indonesia, Bonus Demografi dan Ekonomi Rakyat di Hotel Lumire, Jakarta Pusat selama tiga hari, pada 12-14 Desember 2023.
Sarbumusi memandang bahwa masalah ketenagakerjaan di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, khususnya dalam menyambut bonus demografi. Sebab jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia tidak produktif, sehingga siapapun presiden yang memimpin Indonesia ke depan, harus memerlukan strategi yang matang.
“Bonus demografi di Indonesia puncaknya tahun 2030, sehingga Indonesia akan punya tenaga kerja produktif sebesar 64 persen dari total jumlah penduduk 297 juta jiwa,” ucap Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin mengutip NU Online, Jumat (15/12/2023).
Baca juga:Stunting Diusulkan Jadi Bahasan Debat Capres Cawapres 2024, Ini Kata Pakar Kesehatan
Menurutnya, keberlimpahan bonus demografi ini akan menjadi faktor yang menentukan Indonesia bisa keluar dari middle income trap (jebakan pendapatan menengah) dan menjadi negara maju.
Irham menyebut pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi 2030. “Dengan catatan, bila tenaga kerja kita semuanya bekerja berproduksi, baik di sektor formal maupun informal. Namun sayangnya, meningkatnya sektor jasa saat ini, berbanding terbalik dengan sektor pertanian yang ada,” jelasnya.
Rekomendasi ini diberikan kepada para capres usai Sarbumusi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Ketenagakerjaan Indonesia, Bonus Demografi dan Ekonomi Rakyat di Hotel Lumire, Jakarta Pusat selama tiga hari, pada 12-14 Desember 2023.
Sarbumusi memandang bahwa masalah ketenagakerjaan di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, khususnya dalam menyambut bonus demografi. Sebab jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia tidak produktif, sehingga siapapun presiden yang memimpin Indonesia ke depan, harus memerlukan strategi yang matang.
“Bonus demografi di Indonesia puncaknya tahun 2030, sehingga Indonesia akan punya tenaga kerja produktif sebesar 64 persen dari total jumlah penduduk 297 juta jiwa,” ucap Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin mengutip NU Online, Jumat (15/12/2023).
Baca juga:Stunting Diusulkan Jadi Bahasan Debat Capres Cawapres 2024, Ini Kata Pakar Kesehatan
Menurutnya, keberlimpahan bonus demografi ini akan menjadi faktor yang menentukan Indonesia bisa keluar dari middle income trap (jebakan pendapatan menengah) dan menjadi negara maju.
Irham menyebut pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi 2030. “Dengan catatan, bila tenaga kerja kita semuanya bekerja berproduksi, baik di sektor formal maupun informal. Namun sayangnya, meningkatnya sektor jasa saat ini, berbanding terbalik dengan sektor pertanian yang ada,” jelasnya.