Komitmen Capres-Cawapres soal Ekonomi Syariah Masih Perlu Diuji
Muhajirin
Jum'at, 22 Desember 2023 - 20:00 WIB
ilustrasi
Pengamat Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Azis Setiawan, menilai, komitmen calon presiden dan wakil presiden terkait ekonomi dan keuangan syariah masih perlu diuji secara mendalam.
Azis mengatakan, dalam dokumen visi-misi masing-masing psaangan calon telah menyinggung konsern terkait ekonomi syariah. Namun, hal tersebut masih perlu dielaborasi dalam kampanye maupun debat Pilpres 2024.
"Kita mengapresiasi semua paslon secara umum telah memasukkan ekonomi syariah dalam dokumen visi misinya dan ini perlu dielaborasi lebih lanjut untuk melihat seberapa dalam komitmennya," ujar Azis dalam keterangan pers, dikutip Jumat (22/12/2023).
Menurut Azis, dengan elaborasi pada debat Pilpres maupun kampanye, masyarakat bisa mengetahui seberapa komitmen para kandidat dengan ekonomi dan keuangan syariah. Itu karena meski tertuang dalam dokumen visi dan misi, tetapi komitmen langsung para kandidat dibutuhkan untuk meyakinkan masyarakat.
Baca juga:MUI Gelar FGD Tokoh Agama, Sepakati 7 Poin Dukung Pemilu Damai
"Apakah ini hanya ide dari dari tim atau genuine dari keinginan Paslon juga. Sehingga bisa diyakinkan apakah arah kebijakan itu hanya formalitas dokumen atau arah kebijakan yang serius kedepan yang benar-benar ingin dijalankan," ujarnya.
Maka itu, dia meminta para kandidat mengelaborasi gagasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah dalam debat Pilpres 2024 kedua pada Jumat (22/12/2023). Tema pada debat cawapres adalah bertema ekonomi kerakyatan dan digital; keuangan; investasi; pajak; perdagangan; pengelolaan APBN/APBD; infrastruktur; serta perkotaan.
Azis mengatakan, dalam dokumen visi-misi masing-masing psaangan calon telah menyinggung konsern terkait ekonomi syariah. Namun, hal tersebut masih perlu dielaborasi dalam kampanye maupun debat Pilpres 2024.
"Kita mengapresiasi semua paslon secara umum telah memasukkan ekonomi syariah dalam dokumen visi misinya dan ini perlu dielaborasi lebih lanjut untuk melihat seberapa dalam komitmennya," ujar Azis dalam keterangan pers, dikutip Jumat (22/12/2023).
Menurut Azis, dengan elaborasi pada debat Pilpres maupun kampanye, masyarakat bisa mengetahui seberapa komitmen para kandidat dengan ekonomi dan keuangan syariah. Itu karena meski tertuang dalam dokumen visi dan misi, tetapi komitmen langsung para kandidat dibutuhkan untuk meyakinkan masyarakat.
Baca juga:MUI Gelar FGD Tokoh Agama, Sepakati 7 Poin Dukung Pemilu Damai
"Apakah ini hanya ide dari dari tim atau genuine dari keinginan Paslon juga. Sehingga bisa diyakinkan apakah arah kebijakan itu hanya formalitas dokumen atau arah kebijakan yang serius kedepan yang benar-benar ingin dijalankan," ujarnya.
Maka itu, dia meminta para kandidat mengelaborasi gagasan mengenai ekonomi dan keuangan syariah dalam debat Pilpres 2024 kedua pada Jumat (22/12/2023). Tema pada debat cawapres adalah bertema ekonomi kerakyatan dan digital; keuangan; investasi; pajak; perdagangan; pengelolaan APBN/APBD; infrastruktur; serta perkotaan.