Bukan Harta Berlimpah, Ini Inti Kekayaan dalam Islam
Muhajirin
Sabtu, 30 Desember 2023 - 08:00 WIB
ilustrasi
Islam memiliki defenisi tersendiri terkait kekayaan dan kemiskinan. Ada orang yang secara finansial dianggap miskin, namun sebenarnya dia kaya raya. Demikian pula sebaliknya, ada orang yang bergelimang harta, tapi faktanya miskin.
Ketika masyarakat merasa puas dengan harta yang sedikit, pasti tidak akan ada lagi masyarakat miskin. Ketika seorang hamba merasa puas dengan rezeki yang diberikan kepadanya, maka dia tidak lagi membutuhkan orang lain, dan akan menjadi mulia meskipun tidak memiliki banyak harta duniawi.
Mengutip Islamweb, Rasulullah SAW telah membimbing umatnya untuk menjadi qana`ah, “Berpuaslahlah dengan apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya.”
Bahkan Rasulullah SAW berdoa kepada Allah, “Ya Allah, berilah aku kualitas qanâ`ah atas semua rezeki yang Engkau berikan, dan berilah keberkahan padanya, dan gantilah segala sesuatu yang hilang dariku dengan kebaikan."
Orang yang qana`ah akan mempunyai jiwa yang tenang, selalu bahagia dan damai. Itu arena dia tidak akan pernah melihat apa yang menjadi milik orang lain, tidak akan merindukan apa yang tidak dimiliki, sehingga ia dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.
Rasulullah SAW bersabda: “Bertapalah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan bertapalah terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka kamu akan dicintai manusia."
Seorang hamba tidak akan sampai pada derajat orang-orang yang bersyukur kecuali merasa puas dengan rezeki yang didapatnya. Rasulullah bersabda kepada Abu Hurairah, “Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang shaleh, niscaya kamu akan menjadi hamba yang paling taat. Jadilah orang yang qanâ`ah, niscaya kamu akan menjadi hamba yang paling bersyukur, dan cintailah orang sebagaimana kamu mencintai diri sendiri, niscaya kamu akan menjadi orang yang beriman.”
Ketika masyarakat merasa puas dengan harta yang sedikit, pasti tidak akan ada lagi masyarakat miskin. Ketika seorang hamba merasa puas dengan rezeki yang diberikan kepadanya, maka dia tidak lagi membutuhkan orang lain, dan akan menjadi mulia meskipun tidak memiliki banyak harta duniawi.
Mengutip Islamweb, Rasulullah SAW telah membimbing umatnya untuk menjadi qana`ah, “Berpuaslahlah dengan apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya.”
Bahkan Rasulullah SAW berdoa kepada Allah, “Ya Allah, berilah aku kualitas qanâ`ah atas semua rezeki yang Engkau berikan, dan berilah keberkahan padanya, dan gantilah segala sesuatu yang hilang dariku dengan kebaikan."
Orang yang qana`ah akan mempunyai jiwa yang tenang, selalu bahagia dan damai. Itu arena dia tidak akan pernah melihat apa yang menjadi milik orang lain, tidak akan merindukan apa yang tidak dimiliki, sehingga ia dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.
Rasulullah SAW bersabda: “Bertapalah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan bertapalah terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka kamu akan dicintai manusia."
Seorang hamba tidak akan sampai pada derajat orang-orang yang bersyukur kecuali merasa puas dengan rezeki yang didapatnya. Rasulullah bersabda kepada Abu Hurairah, “Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang shaleh, niscaya kamu akan menjadi hamba yang paling taat. Jadilah orang yang qanâ`ah, niscaya kamu akan menjadi hamba yang paling bersyukur, dan cintailah orang sebagaimana kamu mencintai diri sendiri, niscaya kamu akan menjadi orang yang beriman.”