Unesco Tetapkan Jamu Warisan Budaya Indonesia, Guru Besar Unair: Jangan Ragu Meminumnya
Tim langit 7
Rabu, 03 Januari 2024 - 05:00 WIB
Unesco telah menetapkan jamu sebagai warisan budaya sehat dari Indonesia.Foto/Aladokter
Unesco (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah menetapkan jamu sebagai warisan budaya sehat dari Indonesia. Unesco mengakui dengan meminum jamu membuat orang Indonesia sehat.
Penetapan ini luar biasa menurut sudut pandang Prof Dr Mangestuti Agil MS selaku Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair)
Prof Mangestuti mengajak masyarakat tidak ragu-ragu untuk meminum jamu. Dengan beredarnya informasi yang tidak benar terkait minum jamu, mulai saat ini harus meyakini dan bisa memberikan penjelasan agar tidak ada penolakan untuk meminum jamu.
Keputusan Unesco membuat seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali generasi muda untuk ikut andil berperan melestarikan jamu sebagai budaya sehat. Menurut Prof Mangestuti generasi muda harus dalam keadaan sehat selalu.
Baca juga:Mengandung Zat Ini, Temulawak Berkhasiat Lindungi Fungsi Liver
Konsumsi jamu harus tetap diimbangi dengan penerapan pola hidup yang sehat. “Ramuan jamu jangan dipandang sebagai obat. Kalau kita pandang sebagai obat kita hanya minum kalau kita sakit. Itu yang agak kurang tepat menurut saya.” jelas Prof. Mangestuti.
Prof Mangestuti juga menyampaikan generasi muda harus mau mencoba memanfaatkan bahan alam ramuan jamu dengan disertai kondisi yang menunjang kerja bahan jamu tersebut. “Kalau tubuh kita sudah berada dalam keadaan tidak seimbang. Supaya jadi seimbang kita harus bantu, pola hidup sehat.” ungkapnya.
Penetapan ini luar biasa menurut sudut pandang Prof Dr Mangestuti Agil MS selaku Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair)
Prof Mangestuti mengajak masyarakat tidak ragu-ragu untuk meminum jamu. Dengan beredarnya informasi yang tidak benar terkait minum jamu, mulai saat ini harus meyakini dan bisa memberikan penjelasan agar tidak ada penolakan untuk meminum jamu.
Keputusan Unesco membuat seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali generasi muda untuk ikut andil berperan melestarikan jamu sebagai budaya sehat. Menurut Prof Mangestuti generasi muda harus dalam keadaan sehat selalu.
Baca juga:Mengandung Zat Ini, Temulawak Berkhasiat Lindungi Fungsi Liver
Konsumsi jamu harus tetap diimbangi dengan penerapan pola hidup yang sehat. “Ramuan jamu jangan dipandang sebagai obat. Kalau kita pandang sebagai obat kita hanya minum kalau kita sakit. Itu yang agak kurang tepat menurut saya.” jelas Prof. Mangestuti.
Prof Mangestuti juga menyampaikan generasi muda harus mau mencoba memanfaatkan bahan alam ramuan jamu dengan disertai kondisi yang menunjang kerja bahan jamu tersebut. “Kalau tubuh kita sudah berada dalam keadaan tidak seimbang. Supaya jadi seimbang kita harus bantu, pola hidup sehat.” ungkapnya.