Profesor ITS Teliti Obat Baru Antikanker dari Spons Laut Indonesia
Tim langit 7
Jum'at, 05 Januari 2024 - 12:00 WIB
Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Awik Puji Dyah Nurhayati SSi MSi
Kanker merupakan salah satu dari lima jenis penyakit penyebab kematian terbesar di Indonesia. Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Awik Puji Dyah Nurhayati SSi MSi meneliti obat baru antikanker dari sumber daya laut Indonesia.
Guru Besar bidang ilmu biologi kanker dan imunologi ini menerangkan, Indonesia sebagai negara yang 70 persen wilayahnya adalah perairan memiliki tingkat biodiversitas yang sangat tinggi. Atas hal tersebut, pemanfaatan sumber daya laut dapat menjadi potensi pengembangan obat kanker. "Salah satunya dari spons laut," sebut Awik.
Menurutnya, spons sendiri merupakan biomassa terbesar di perairan dengan perkiraan jumlah spesies di Indonesia sebanyak 4.000 – 6.000 jenis.
Baca juga:Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong, Ketahui 4 Risikonya
Dengan berlimpahnya spesies tersebut, juga ditemukan bahwa spons dapat bersimbiosis dengan mikroorganisme laut yang bisa menghasilkan metabolit sekunder yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk mensintesis bermacam-macam komponen organik. “Komponen organik tersebut dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan,” paparnya.
Dalam penerapannya, dosen penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya pada tahun 2019 ini menggunakan metode mechanisme based assay atau metode berbasis mekanisme aksi yang spesifik terhadap target antitumor.
Tak hanya itu, mekanisme apoptosis sel juga menjadi aspek terpenting dalam pengembangan riset ini. “Apoptosis merupakan sistem kematian sel terprogram,” jelasnya.
Guru Besar bidang ilmu biologi kanker dan imunologi ini menerangkan, Indonesia sebagai negara yang 70 persen wilayahnya adalah perairan memiliki tingkat biodiversitas yang sangat tinggi. Atas hal tersebut, pemanfaatan sumber daya laut dapat menjadi potensi pengembangan obat kanker. "Salah satunya dari spons laut," sebut Awik.
Menurutnya, spons sendiri merupakan biomassa terbesar di perairan dengan perkiraan jumlah spesies di Indonesia sebanyak 4.000 – 6.000 jenis.
Baca juga:Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong, Ketahui 4 Risikonya
Dengan berlimpahnya spesies tersebut, juga ditemukan bahwa spons dapat bersimbiosis dengan mikroorganisme laut yang bisa menghasilkan metabolit sekunder yang tinggi serta memiliki kemampuan untuk mensintesis bermacam-macam komponen organik. “Komponen organik tersebut dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan,” paparnya.
Dalam penerapannya, dosen penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya pada tahun 2019 ini menggunakan metode mechanisme based assay atau metode berbasis mekanisme aksi yang spesifik terhadap target antitumor.
Tak hanya itu, mekanisme apoptosis sel juga menjadi aspek terpenting dalam pengembangan riset ini. “Apoptosis merupakan sistem kematian sel terprogram,” jelasnya.