Benefita Diva Putra Wibowo, Mahasiswa Unair Ikut Studi hingga Aksi Sosial di Inggris
Tim langit 7
Selasa, 09 Januari 2024 - 10:00 WIB
Benefita Diva Putra Wibowo adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.Foto/ist
Benefita Diva Putra Wibowo adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (FEB Unair).
Dia berkesempatan studi di universitas ternama di Inggris yaitu University of York. Ia belajar di sana melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Ben sapaan akrabnya mengaku, berkesempatan studi di Inggris merupakan hal yang ia dambakan sejak lama. Melalui IISMA, ia tak ingin membuang kesempatan yang tidak datang kedua kalinya. Segala jerih payah ia kerahkan untuk menjadi salah satu awardee IISMA 2023.
“Jujur, perjuanganku untuk mendapatkan IISMA ini sangat panjang. Aku hanya memiliki waktu tiga bulan untuk mempersiapkan segala dokumen termasuk english proficiency test (EPT), paspor termasuk esai. Alhamdulillah, semuanya dapat aku lewati hingga kini aku dapat berkuliah di York,” papar Ben.
Ben menceritakan, menjadi salah awardee merupakan anugerah baginya. Pasalnya, itu merupakan kali pertamanya untuk hidup mandiri di negara orang. Tentunya, ia merasakan beberapa hal perbedaan yang signifikan selama di Inggris.
Baca juga:Digitalisasi Pesantren untuk Jaga Khasanah Nusantara dan Keislaman
Mahasiswa FEB itu menambahkan, salah satu perbedaan yang ia rasakan pada perbedaan makanan yang sangat berbeda.
Dia berkesempatan studi di universitas ternama di Inggris yaitu University of York. Ia belajar di sana melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Ben sapaan akrabnya mengaku, berkesempatan studi di Inggris merupakan hal yang ia dambakan sejak lama. Melalui IISMA, ia tak ingin membuang kesempatan yang tidak datang kedua kalinya. Segala jerih payah ia kerahkan untuk menjadi salah satu awardee IISMA 2023.
“Jujur, perjuanganku untuk mendapatkan IISMA ini sangat panjang. Aku hanya memiliki waktu tiga bulan untuk mempersiapkan segala dokumen termasuk english proficiency test (EPT), paspor termasuk esai. Alhamdulillah, semuanya dapat aku lewati hingga kini aku dapat berkuliah di York,” papar Ben.
Ben menceritakan, menjadi salah awardee merupakan anugerah baginya. Pasalnya, itu merupakan kali pertamanya untuk hidup mandiri di negara orang. Tentunya, ia merasakan beberapa hal perbedaan yang signifikan selama di Inggris.
Baca juga:Digitalisasi Pesantren untuk Jaga Khasanah Nusantara dan Keislaman
Mahasiswa FEB itu menambahkan, salah satu perbedaan yang ia rasakan pada perbedaan makanan yang sangat berbeda.