home edukasi & pesantren

Pendidikan Seksual Harus Diberikan di Sekolah, Ini Alasannya

Selasa, 16 Januari 2024 - 09:00 WIB
ilustrasi
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan angka kekerasan pada anak menyentuh angka 3.000 kasus pada 2023. Berita-berita tentang kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini di media cetak dan elektronik semakin marak.

Yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual pada anak bukanlah orang asing; mereka justru adalah orang-orang yang dekat bahkan keluarga sendiri.

Perkembangan internet yang semakin pesat dapat juga berdampak negatif jika disalahgunakan penggunaannya. Konten internet seperti video maupun game yang berisi pornografi ataupun kekerasan yang terpapar pada remaja dan anak dapat berdampak pada psikologis mereka dan menyebabkan adiksi. Pada anak atau remaja yang mengalami adiksi ini akan cenderung lebih besar melakukan kekerasan seksual.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Surabaya, Sri Lestari menyebut, pendidikan seksual menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kejadian kekerasan seksual dan adiksi pornografi pada anak. Sehingga, penting untuk memasukkan muatan pendidikan seksual pada kurikulum di sekolah. Sayangnya, kurikulum yang ada tidak secara khusus membahas tentang pendidikan seksual.

Baca juga:Keagamaan Keluarga Jadi Fondasi untuk Menguatkan Indonesia

“Sejauh ini, kurikulum yang memuat satu aspek muatan pendidikan seksual adalah Kurtilas (Kurikulum pembelajaran tahun 2013). Hanya saja, materi yang ada tidak secara kompleks memuat pendidikan seksual namun hanya tentang kesehatan reproduksi dan itu baru diberikan pada tingkat SMA dan SMP. Padahal, semakin dini pendidikan seksual diberikan maka semakin baik,” ujarnya, Senin (15/1/2024)

Menurutnya, jika mengikuti tugas perkembangan anak balita, pendidikan seksual pada tingkat taman kanak-kanak bermanfaat bagi mereka untuk mengenal dan memahami tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ seks serta melindungi organ seks.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan seks sekolah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya