Ketua KPU Ingatkan Pemilu Tak Jadi Instrumen Kekerasan
Tim langit 7
Rabu, 17 Januari 2024 - 11:00 WIB
Ketua KPU Hasyim Asyari.Foto/ist
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengingatkan hakikat Pemilu sejatinya menjadi sarana konflik untuk meraih suatu bentuk kekuasaan. Sebagai sarana konflik, dia tidak ingin Pemilu muncul ke permukaan dengan bentuk kekerasan.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Silaturrahim Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai oleh ormas dan majelis lintas agama di Indonesia, Selasa (16/1/2024).
"KPU mengajak kita semua untuk memaknai Pemilu sebagai arena konflik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan yang dianggap legal dan sah," kata Hasyim.
Dia tidak ingin Pemilu sebagai arena konflik perebutan kekuasaan bisa muncul ke permukaan dengan bentuk kekerasan, baik berupa fisik atau kekerasan verbal.
Baca juga:MUI Gandeng Ormas Islam dan Majelis Majelis Agama Deklarasi Pemilu Damai
Sejauh ini, kata dia, hampir setiap gelaran Pemilu diwarnai dengan kekerasan verbal. Belakangan yang banyak terjadi berupa penyebaran berita hoax dan penyebaran fitnah.
"Padahal kita sebagai umat beragama cukup memahami, utamanya orang Islam, sebagaimana disebutkan dalam Alquran kalau fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Pesan inilah yang harus kita sebarkan untuk memegang teguh ciri-ciri kemanusiaan," ucapnya.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Silaturrahim Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai oleh ormas dan majelis lintas agama di Indonesia, Selasa (16/1/2024).
"KPU mengajak kita semua untuk memaknai Pemilu sebagai arena konflik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan yang dianggap legal dan sah," kata Hasyim.
Dia tidak ingin Pemilu sebagai arena konflik perebutan kekuasaan bisa muncul ke permukaan dengan bentuk kekerasan, baik berupa fisik atau kekerasan verbal.
Baca juga:MUI Gandeng Ormas Islam dan Majelis Majelis Agama Deklarasi Pemilu Damai
Sejauh ini, kata dia, hampir setiap gelaran Pemilu diwarnai dengan kekerasan verbal. Belakangan yang banyak terjadi berupa penyebaran berita hoax dan penyebaran fitnah.
"Padahal kita sebagai umat beragama cukup memahami, utamanya orang Islam, sebagaimana disebutkan dalam Alquran kalau fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Pesan inilah yang harus kita sebarkan untuk memegang teguh ciri-ciri kemanusiaan," ucapnya.