Sekolah Bergengsi di Inggris Digugat Siswa Muslim karena Larangan Shalat
Esti setiyowati
Jum'at, 19 Januari 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Sekolah bergengsi di London, Inggris, Michaela Community School menghadapi gugatan dari seorang siswa Muslim atas kebijakan yang melarang ritual shalat.
Penggugat, yang tidak dapat disebutkan namanya, menilai kebijakan sekolah bersifat diskriminatif dan secara mendasar melanggar haknya atas kebebasan beragama.
Pada sidang Selasa lalu, murid tersebut menggambarkan larangan sebagai “seperti seseorang yang mengatakan bahwa ia merasa tidak pantas berada di sini”.
Mewakili murid tersebut, pengacara Sarah Hannet KC mengatakan kepada pengadilan, setengah dari 700 siswa Michaela adalah muslim dan kebijakan tersebut berdampak mereka kesulitan untuk beribadah.
“Efek praktis yang hanya menghalangi umat Islam untuk melaksanakan salat, karena salat mereka pada dasarnya bersifat ritual, bukan bersifat internal," kata Hannet, sepeti dikutip The National News, Jumat (19/1/2024).
Baca juga:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1445 H Jatuh pada Senin Pahing 11 Maret 2024
Bahkan pada Maret tahun lalu, lanjut Hannet, sekitar 30 siswa terpaksa shalat di halaman sekolah yang basah dan kotor, menggunakan blazer sebagai alas karena tidak diizinkan membawa sajadah.
Penggugat, yang tidak dapat disebutkan namanya, menilai kebijakan sekolah bersifat diskriminatif dan secara mendasar melanggar haknya atas kebebasan beragama.
Pada sidang Selasa lalu, murid tersebut menggambarkan larangan sebagai “seperti seseorang yang mengatakan bahwa ia merasa tidak pantas berada di sini”.
Mewakili murid tersebut, pengacara Sarah Hannet KC mengatakan kepada pengadilan, setengah dari 700 siswa Michaela adalah muslim dan kebijakan tersebut berdampak mereka kesulitan untuk beribadah.
“Efek praktis yang hanya menghalangi umat Islam untuk melaksanakan salat, karena salat mereka pada dasarnya bersifat ritual, bukan bersifat internal," kata Hannet, sepeti dikutip The National News, Jumat (19/1/2024).
Baca juga:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1445 H Jatuh pada Senin Pahing 11 Maret 2024
Bahkan pada Maret tahun lalu, lanjut Hannet, sekitar 30 siswa terpaksa shalat di halaman sekolah yang basah dan kotor, menggunakan blazer sebagai alas karena tidak diizinkan membawa sajadah.