BRIN: Masyarakat Makin Dewasa dalam Berpolitik
Muhajirin
Jum'at, 19 Januari 2024 - 18:00 WIB
Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai masyarakat Indonesia saat ini semakin dewasa dalam berpolitik.
Pusat Riset Politik (PRP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai masyarakat Indonesia saat ini semakin dewasa dalam berpolitik. Banyak kelompok sosial yang tadinya pasif, sekarang aktif dalam politik/.
Mewakili Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Peneliti Ahli Utama BRIN, Firman Noor, mengatakan, kondisi demokrasi sebuah bangsa akan memberikan dampak pada pelaksanaan Pemilu.
"Kita harus bekerja keras dan tetap waspada di dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2024," ucapnya dalam webinar berjudul Enhancing the Role of Civil Society in Monitoring the 2024 Simultaneous Election, dikutip Rabu (17/1/2024).
Berdasarkan kajian riset dari IDEA, penilaian demokrasi di Indonesia memiliki optimisme terkait konteks peran masyarakat sipil. Hal itu melihat karena dalam sisi partisipasi dinilai masih cukup baik.
Baca juga:Rencana Perjalanan Haji 1445 H, Kloter Pertama Berangat 12 Mei 2024
"Kita bisa lihat bahwa sambutan dari masyarakat terhadap konteks pemilu 2024 sangat menarik. Karena banyak kantung-kantung yang tadinya pasif dalam berpolitik sekarang mulai bermunculan. Termasuk telah masuk ke berbagai platfom media sosial secara marak masyarakat menggunakan rasionalitasnya dalam menilai secara objektif," ujar Firman.
Profesor Ilmu Politik dari Lund University Swedia, Anders Uhlin menyatakan, peran masyarakat sipil sangat penting. Itu karena mereka menempati posisi sebagai salah satu unsur untuk mengawasi pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Anders pun membeberkan berbagai tantangan dalam menghadapi Pemilu 2024, yaitu isu politik uang, kelas bias, gender bias, disinformasi, dan hak asasi manusia.
Mewakili Kepala Pusat Riset Politik BRIN, Peneliti Ahli Utama BRIN, Firman Noor, mengatakan, kondisi demokrasi sebuah bangsa akan memberikan dampak pada pelaksanaan Pemilu.
"Kita harus bekerja keras dan tetap waspada di dalam mengawal pelaksanaan Pemilu 2024," ucapnya dalam webinar berjudul Enhancing the Role of Civil Society in Monitoring the 2024 Simultaneous Election, dikutip Rabu (17/1/2024).
Berdasarkan kajian riset dari IDEA, penilaian demokrasi di Indonesia memiliki optimisme terkait konteks peran masyarakat sipil. Hal itu melihat karena dalam sisi partisipasi dinilai masih cukup baik.
Baca juga:Rencana Perjalanan Haji 1445 H, Kloter Pertama Berangat 12 Mei 2024
"Kita bisa lihat bahwa sambutan dari masyarakat terhadap konteks pemilu 2024 sangat menarik. Karena banyak kantung-kantung yang tadinya pasif dalam berpolitik sekarang mulai bermunculan. Termasuk telah masuk ke berbagai platfom media sosial secara marak masyarakat menggunakan rasionalitasnya dalam menilai secara objektif," ujar Firman.
Profesor Ilmu Politik dari Lund University Swedia, Anders Uhlin menyatakan, peran masyarakat sipil sangat penting. Itu karena mereka menempati posisi sebagai salah satu unsur untuk mengawasi pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Anders pun membeberkan berbagai tantangan dalam menghadapi Pemilu 2024, yaitu isu politik uang, kelas bias, gender bias, disinformasi, dan hak asasi manusia.