home global news

Pembantaian Tak Kunjung Berhenti, Pasangan Gaza Gelar Pernikahan di Tenda Pengungsian

Senin, 22 Januari 2024 - 23:00 WIB
Pria Palestina, Mohammed al-Ghandour menggelar pernikahan dengan wanita yang dicintainya, Shadad, di tenda pengungsian
Pria Palestina, Mohammed al-Ghandour, tak pernah terpikir harus menggelar pernikahan dengan wanita yang dicintainya, Shadad, di tenda pengungsian. Pernikahan tersebut terpaksa diadakan di tenda pengungsian lantaran teroris Israel masih terus melakukan pembantaian di Jalur Gaza.

Dilansir Reuters, Ghandour menuntun tangan istrinya, Shahad, menuju tenda yang dihiasi dengan beberapa lampu warna-warni dan cermin dengan bingkai berwarna emas. Sementara beberapa kerabat mengantar mereka sambil bertepuk tangan.

Shahad terlihat mengenakan gaun putih dan kerudung dengan sulaman merah tradisional. Shadad tampak mengangkat tangannya dan Ghandour memasangkan cincin di atasnya.

"Saya ingin pesta. Saya ingin perayaan, pernikahan. Saya ingin mengundang teman-teman, kerabat, dan sepupu saya, seperti yang dilakukan siapa pun," kata Ghandour.

Pasangan ini berasal dari wilayah utara Gaza yang menjadi lokasi pemboman besar-besaran oleh pasukan teroris Israel sejak 7 Oktober. Rumah keluarga Ghandour dan keluarga Shahad hancur akibat serangan udara Israel dan mereka kehilangan sepupu serta anggota keluarga lainnya dalam pemboman tersebut.

"Kebahagiaan saya mungkin di angka 3%, tapi saya akan mempersiapkan diri untuk istri saya. Saya ingin membuatnya bahagia," kata Ghandour.

Alih-alih mengadakan pesta besar seperti yang diinginkan Ghandour, dia dan Shahad memiliki sekelompok kecil kerabat yang seperti mereka berhasil meninggalkan Kota Gaza dan melarikan diri ke Rafah, di ujung paling selatan Jalur Gaza dekat Mesir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jalur gaza pembantaian pernikahan titik pengungsian
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya