home masjid

Meet Time Allah, Cara Muslim Raih Ketenangan dalam Hidup

Selasa, 30 Januari 2024 - 17:00 WIB
Ustadz Bachtiar Nasir
Allah SWT menggambarkan sekelumit situasi saat manusia dikumpulkan di akhirat kelak. Pada saat itu, tidak ada manusia yang saling memperhatikan. Setiap orang sibuk dengan urusan masing-masing untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan di hadapan-Nya.

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: 34-37).

Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), mengungkapkan, surat ‘Abasa ayat 34-37 tersebut menggambarkan situasi pada hari kiamat. Ketika tiba masa perhitungan, saudara, ibu, ayah, istri dan anak-anak di dunia itu tidak teringat lagi.

“Bagaimana pun suasana erat kita dengan keluarga pada masa di dunia, namun di hari perhitungan itu kita tidak akan mengingat mereka,” kata UBN dalam tausiahnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (30/1/2024).

Betapa pun karib, kecintaan pada keluarga, setiap manusia akan sibuk dengan urusan sendiri-sendiri saat hari perhitungan. Para tafsir ulama Nusantara semua sepakat tentang larinya manusia dari orang-orang terdekatnya.

Baca juga:KH Afifuddin Muhajir: Panggilan Gus Punya Keistimewaan Dibanding Titel Lain

Hal itu dikarenakan urusan pada hari akhirat sendiri-sendiri. Seseorang tidak lagi mengharapkan atau bahkan melupakan keluarganya di dunia. Bahkan meninggalkan orang-orang yang biasa membantu di dunia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muslim allah swt meet time allah ketenangan hidup
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya