Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Panen Melimpah, Nanas dan Naga Diolah Jadi Minuman Fermentasi
Tim langit 7
Rabu, 31 Januari 2024 - 12:00 WIB
Dosen Petra Christian University (PCU) Hanjaya Siaputra, S.E., M.A membuat inovasi minuman fermentasi dari buah nanas dan naga.
Dosen Petra Christian University (PCU) Hanjaya Siaputra, S.E., M.A membuat inovasi minuman fermentasi dari buah nanas dan naga. Minuman fermentasi ini diberi nama Nasaga (nanas dan naga) yang rasanya seperti minuman anggur.
Inovasi ini dibuat dosen Hotel Management PCU berawal saat melakukan pengabdian masyarakat bersama jemaat di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Sugihwaras, Kediri, baru-baru ini.
Dosen yang akrab disapa Tjun Han ini juga mendapat inspirasi dari cerita keluarga besar aluni PCU yang menjadi pendeta di gereja tersebut.
“Beliau bercerita bahwa daerah Sugihwaras, Kediri, ini menjadi salah satu desa penghasil nanas terbanyak di Jawa Timur. Bahkan saking melimpahnya, sampai-sampai nanas di sana hampir tidak punya nilai jual,” kata Tjun Han.
Baca juga:Sajikan Menu Khas Nusantara, Corner 28 Perkaya Destinasi Kuliner Jakarta
Menurutnya, masyarakat sudah pernah mencoba membuat hasil olahan dari buah nanas, mulai dari selai, keripik, hingga nastar. Ternyata upaya masyarakat di sana terpaksa berhenti dan gagal akibat pandemi Covid-19.
Mendengar hal tersebut, Tjun Han pun berinisiatif mengajarkan jemaat untuk memproduksi minuman fermentasi dari nanas. “Produk fermentasi olahan dari buah nanas ini biasanya dikenal dengan ‘Tepache’, minuman khas Meksiko," ujarnya.
Inovasi ini dibuat dosen Hotel Management PCU berawal saat melakukan pengabdian masyarakat bersama jemaat di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Sugihwaras, Kediri, baru-baru ini.
Dosen yang akrab disapa Tjun Han ini juga mendapat inspirasi dari cerita keluarga besar aluni PCU yang menjadi pendeta di gereja tersebut.
“Beliau bercerita bahwa daerah Sugihwaras, Kediri, ini menjadi salah satu desa penghasil nanas terbanyak di Jawa Timur. Bahkan saking melimpahnya, sampai-sampai nanas di sana hampir tidak punya nilai jual,” kata Tjun Han.
Baca juga:Sajikan Menu Khas Nusantara, Corner 28 Perkaya Destinasi Kuliner Jakarta
Menurutnya, masyarakat sudah pernah mencoba membuat hasil olahan dari buah nanas, mulai dari selai, keripik, hingga nastar. Ternyata upaya masyarakat di sana terpaksa berhenti dan gagal akibat pandemi Covid-19.
Mendengar hal tersebut, Tjun Han pun berinisiatif mengajarkan jemaat untuk memproduksi minuman fermentasi dari nanas. “Produk fermentasi olahan dari buah nanas ini biasanya dikenal dengan ‘Tepache’, minuman khas Meksiko," ujarnya.