Industrialisasi Makanan dan Bumbu Indonesia di Amerika Serikat Terus Digenjot
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 03 September 2021 - 15:38 WIB
Ilustrasi cabai kering untuk bumbu masakan Foto: Langit7.id/Istock
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington D.C. berupaya memperluas pemasaran produk bumbu dan rempah-rempah Indonesia, salah satunya melalui webinar dengan tema "Mengindustrikan Makanan dan Bumbu Indonesia" di Amerika Serikat. Hal ini merupakan bagian dari gastrodiplomasi kuliner Indonesia di Amerika Serikat.
Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI)/Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Iwan Freddy, dalam sambutannya mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk rempah-rempah dari Indonesia dengan nilai ekspor mencapai US$ 175 juta di tahun 2020.
"Pada periode Januari-Juni 2021, nilai ekspor rempah-rempah Indonesia ke Amerika Serikat mengalami kenaikan 1,22% yaitu sebesar US$ 83,25 juta. Hal ini membuktikan bahwa peluang pasar Amerika Serikat untuk produk rempah-rempah Indonesia masih sangat tinggi," kata Iwan.
Baca juga:Kuliner Nusantara Ikut Kompetisi Bocuse dOr di Paris
Dalam kesempatan tersebut, William Wongso sebagai pakar kuliner nasional mengusulkan konsep Cloud-kitchen "Indonesia Makan" dan memperkenalkan konsep "Indonesia Food" outlet di AS sebagai upaya mengindustrikan makanan dan bumbu Indonesia di Amerika Serikat.
"Jadi, para pebisnis kuliner Indonesia di AS dapat menghadirkan produk makanan dan bumbu tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Kita semua perlu bersinergi untuk mengindustrikan makanan dan bumbu Indonesia di Amerika Serikat," ujarnya.
Konsultan US Food and Drug Administration (FDA) Agus Setiawan, turut menyampaikan berbagai regulasi dan persyaratan ekspor produk rempah-rempah ke Amerika Serikat.
Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI)/Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Iwan Freddy, dalam sambutannya mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk rempah-rempah dari Indonesia dengan nilai ekspor mencapai US$ 175 juta di tahun 2020.
"Pada periode Januari-Juni 2021, nilai ekspor rempah-rempah Indonesia ke Amerika Serikat mengalami kenaikan 1,22% yaitu sebesar US$ 83,25 juta. Hal ini membuktikan bahwa peluang pasar Amerika Serikat untuk produk rempah-rempah Indonesia masih sangat tinggi," kata Iwan.
Baca juga:Kuliner Nusantara Ikut Kompetisi Bocuse dOr di Paris
Dalam kesempatan tersebut, William Wongso sebagai pakar kuliner nasional mengusulkan konsep Cloud-kitchen "Indonesia Makan" dan memperkenalkan konsep "Indonesia Food" outlet di AS sebagai upaya mengindustrikan makanan dan bumbu Indonesia di Amerika Serikat.
"Jadi, para pebisnis kuliner Indonesia di AS dapat menghadirkan produk makanan dan bumbu tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Kita semua perlu bersinergi untuk mengindustrikan makanan dan bumbu Indonesia di Amerika Serikat," ujarnya.
Konsultan US Food and Drug Administration (FDA) Agus Setiawan, turut menyampaikan berbagai regulasi dan persyaratan ekspor produk rempah-rempah ke Amerika Serikat.