Unipdu Jombang Serukan Pemilu Damai dan Tolak Politik Praktis
Tim langit 7
Selasa, 06 Februari 2024 - 05:00 WIB
Civitas akademika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menggelar Deklarasi Pemilu Damai dan Tolak Politik Praktis di lingkungan kampus, Senin (5/2/2024).
Civitas akademika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menggelar ‘Deklarasi Pemilu Damai dan Tolak Politik Praktis", Senin (5/2/2024).
Ratusan mahasiswa memadati meeting room Kampus Unipdu. Nampak hadir di tengah-tengah mahasiswa yakni Wakil Rektor Kemahasiswaan Unipdu Jombang Dr. Mujianto Sholihin dan Kepala Biro Kemahasiswaan Bakri Ilyas M.Pdi.
Di hadapan mahasiswa, Dr. Mujianto Sholihin membacakan maklumat rektor terkait dengan konstelasi politik yang semakin meninggi dengan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan, terutama perdebatan dan pertentangan mengenai pilihan calon presiden.
“Agar sivitas akademika Unipdu sebagai bagian dari masyarakat secara aktif turut serta menjaga situasi dan kondisi terutama apabila mengarah ke hal-hal yang provokatif dan intimidatif. Unipdu sebagai lembaga akademik sangat menghargai perbedaan dan kebebasan berpendapat terutama terkait perpolitikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.
Baca juga:UIN Jakarta Keluarkan 6 Pernyataan Sikap Jelang Pemilu 2024
Mujianto menegaskan, sebagaimana amanat konstitusi, Unipdu sangat menghargai dan menjunjung tinggi keberagaman pilihan politik dan pilihan capres, namun harus menghindari kampanye hitam terhadap calon presiden atau pihak lain.
Selain itu juga menghindari penyebaran informasi hoax dan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya dan tidak diketahui sumbernya.
Ratusan mahasiswa memadati meeting room Kampus Unipdu. Nampak hadir di tengah-tengah mahasiswa yakni Wakil Rektor Kemahasiswaan Unipdu Jombang Dr. Mujianto Sholihin dan Kepala Biro Kemahasiswaan Bakri Ilyas M.Pdi.
Di hadapan mahasiswa, Dr. Mujianto Sholihin membacakan maklumat rektor terkait dengan konstelasi politik yang semakin meninggi dengan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan, terutama perdebatan dan pertentangan mengenai pilihan calon presiden.
“Agar sivitas akademika Unipdu sebagai bagian dari masyarakat secara aktif turut serta menjaga situasi dan kondisi terutama apabila mengarah ke hal-hal yang provokatif dan intimidatif. Unipdu sebagai lembaga akademik sangat menghargai perbedaan dan kebebasan berpendapat terutama terkait perpolitikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.
Baca juga:UIN Jakarta Keluarkan 6 Pernyataan Sikap Jelang Pemilu 2024
Mujianto menegaskan, sebagaimana amanat konstitusi, Unipdu sangat menghargai dan menjunjung tinggi keberagaman pilihan politik dan pilihan capres, namun harus menghindari kampanye hitam terhadap calon presiden atau pihak lain.
Selain itu juga menghindari penyebaran informasi hoax dan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya dan tidak diketahui sumbernya.