Al-Qur’an Terjemah Bahasa Kupang Segera Hadir di NTT
Tim langit 7
Selasa, 06 Februari 2024 - 07:00 WIB
ilustrasi
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (PLKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama telah menyelesaikan terjemah Al-Quran dalam 26 bahasa daerah.
Tahun ini, Puslitbang LKKMO akan menyusun terjemah Al-Qur’an Bahasa Kupang, Bahasa Ternate, dan Bahasa Betawi.
Rencana penyusunan ini dibahas dalam rapat penerjemahan Al-Qur’an bahasa daerah di Jakarta, Jumat (2/2/2024). Hadir, Kepala Puslitbang LKKMO, Prof. Dr. Moh. Ishom, M.Ag, Pusat Studi Betawi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta Islamic Centre, Ditjen Bimas Islam, Unit Pencetakan Al-Qur’an Kemenag, dan Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an.
Baca juga:4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Jadi Imam Salat Berjamaah
Kepala Puslitbang LKKMO, Prof. Moh. Ishom, menyampaikan, Kupang dalam sejarahnya dikenal sebagai kota Pelabuhan yang menjadi simpul pertemuan perdagangan domistik dan international.
Tentu saja dalam interaksi tersebut ada bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi dan menjadi lingua franca masyarakat Kupang. Bahasa inilah yang nantinya menguatkan identitas kebudayaan masyarakat Kupang.
“Hadirnya Al-Qur’an terjemah bahasa Kupang adalah bagian dari layanan Kementerian Agama untuk mendekatkan pemeluk agama Islam di NTT kepada kitab sucinya,” ujar Ishom.
Tahun ini, Puslitbang LKKMO akan menyusun terjemah Al-Qur’an Bahasa Kupang, Bahasa Ternate, dan Bahasa Betawi.
Rencana penyusunan ini dibahas dalam rapat penerjemahan Al-Qur’an bahasa daerah di Jakarta, Jumat (2/2/2024). Hadir, Kepala Puslitbang LKKMO, Prof. Dr. Moh. Ishom, M.Ag, Pusat Studi Betawi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta Islamic Centre, Ditjen Bimas Islam, Unit Pencetakan Al-Qur’an Kemenag, dan Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an.
Baca juga:4 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Jadi Imam Salat Berjamaah
Kepala Puslitbang LKKMO, Prof. Moh. Ishom, menyampaikan, Kupang dalam sejarahnya dikenal sebagai kota Pelabuhan yang menjadi simpul pertemuan perdagangan domistik dan international.
Tentu saja dalam interaksi tersebut ada bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi dan menjadi lingua franca masyarakat Kupang. Bahasa inilah yang nantinya menguatkan identitas kebudayaan masyarakat Kupang.
“Hadirnya Al-Qur’an terjemah bahasa Kupang adalah bagian dari layanan Kementerian Agama untuk mendekatkan pemeluk agama Islam di NTT kepada kitab sucinya,” ujar Ishom.