Cara Seniman Palestina Bawa Anak-Anak Gaza Keluar dari Trauma Pembantaian
Muhajirin
Rabu, 07 Februari 2024 - 14:00 WIB
Seniman patung dan ahli psikologi sosial Palestina, Yusuf Al-Hindi, berusaha membuat senyum di bibir anak-anak Jalur Gaza selama pembantaian yang dilakukan teroris Israel
Seniman patung dan ahli psikologi sosial Palestina, Yusuf Al-Hindi, berusaha membuat senyum di bibir anak-anak Jalur Gaza selama pembantaian yang dilakukan teroris Israel terus berlanjut.Caranya? Melalui kreasi boneka dari sisa-sisa tenda dan kertas yang kemudian dipentaskan untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari atmosfer pembantaian, serangan, dan kehancuran.
Boneka marionet adalah patung buatan yang gerakannya bisa dikendalikan, baik dengan tangan, benang, kawat, atau tongkat. Boneka dapat menggambarkan manusia, hewan, tumbuhan, atau benda lain, dan mereka berperan dalam pertunjukan teater yang dikenal sebagai pertunjukan boneka atau seni aragoz.
Al Hindi membuat boneka yang mewakili karakter anak bernama "Yusuf," yang syahid pada Oktober 2023. Boneka ini menjadi pesan tentang penderitaan anak-anak Gaza kepada dunia.
"Yusuf adalah simbol anak yang tidak bersalah dan syahid tanpa ampun oleh tentara Israel," ujar Al-Hindi tentang karakter boneka marionet yang ia buat.
"Saat ini, saya masih dalam proses pembuatan, dan beberapa hari lagi, boneka ini akan memiliki bentuk yang jelas. Yusuf akan memiliki rambut keriting yang indah dan ciri-ciri wajah yang tegas," tambahnya.
Baca juga:Masjidil Haram Pasang 15 Perangkat Penyelamat Jiwa untuk Darurat Jantung
Pada Oktober lalu, video seorang ibu Palestina mencari anaknya di rumah sakit Gaza, dengan deskripsi, "rambutnya keriting dan kulitnya putih." Setelah pencarian yang sulit, sang ibu diberi tahu bahwa Yusuf telah gugur. Ini menjadi inspirasi bagi Al-Hindi untuk menciptakan karakter boneka ini.
Boneka marionet adalah patung buatan yang gerakannya bisa dikendalikan, baik dengan tangan, benang, kawat, atau tongkat. Boneka dapat menggambarkan manusia, hewan, tumbuhan, atau benda lain, dan mereka berperan dalam pertunjukan teater yang dikenal sebagai pertunjukan boneka atau seni aragoz.
Al Hindi membuat boneka yang mewakili karakter anak bernama "Yusuf," yang syahid pada Oktober 2023. Boneka ini menjadi pesan tentang penderitaan anak-anak Gaza kepada dunia.
"Yusuf adalah simbol anak yang tidak bersalah dan syahid tanpa ampun oleh tentara Israel," ujar Al-Hindi tentang karakter boneka marionet yang ia buat.
"Saat ini, saya masih dalam proses pembuatan, dan beberapa hari lagi, boneka ini akan memiliki bentuk yang jelas. Yusuf akan memiliki rambut keriting yang indah dan ciri-ciri wajah yang tegas," tambahnya.
Baca juga:Masjidil Haram Pasang 15 Perangkat Penyelamat Jiwa untuk Darurat Jantung
Pada Oktober lalu, video seorang ibu Palestina mencari anaknya di rumah sakit Gaza, dengan deskripsi, "rambutnya keriting dan kulitnya putih." Setelah pencarian yang sulit, sang ibu diberi tahu bahwa Yusuf telah gugur. Ini menjadi inspirasi bagi Al-Hindi untuk menciptakan karakter boneka ini.