Luncurkan Portal vokasi.net, Kadin Jatim Percepat Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan
Tim langit 7
Rabu, 21 Februari 2024 - 08:00 WIB
Kadin Jawa Timur bekerjasama dengan IHT Trier Jerman melakukan percepatan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur, salah satunya melalui peluncuran portal vokasi.net
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bekerjasama dengan IHT Trier Jerman melakukan percepatan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur, salah satunya melalui peluncuran portal vokasi.net, Selasa (20/2/2024).
Menurut Deputi VI Kemenko PMK Prof. Warsito yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV), vokasi adalah program yang mulia untuk mengentaskan pengangguran di Indonesia di usai produktif.
Oleh karena itu pemerintah telah melakukan penguatan Perpres 68/2022 melalui berbagai regulasi turunannya, diantaranya Permenko nomor 6/2022 yang berisi tentang strategi nasional vokasi.
"Sehingga ketika berbicara vokasi, maka tidak bisa dikotomi, pendidikan vokasi sendiri, pelatihan vokasi sendiri, dunia usaha dunia industri sendiri, tidak. Melalui Perpres 68/2022 sudah dalam satu wada, satu kordinasi dan satu integrasi yang kita sebut Tim Koordinasi Nasional Vokasi yang ada di Pusat. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi langkah Kadin Jatim bekerjasama IHK Trier mewujudkan portal vokasi.net sebagai wadah untuk berbagai informasi tentang vokasi, pelatihan dan pendidikan vokasi, lowongan pekerjaan dan berbagai pusat pelatihan. Dibawah Kemenko MPK, Kadin Jatim berkolaborasi dengan Kadin Jateng, Kadin DIY, dan IHK Trier Jerman. Ini adalah tiga sister IHK Trier Jerman," terang Warsito saat peluncuran vokasi.net di Graha Kadin Jatim.
Baca juga:Prabowo akan Buka 300 Fakultas Kedokteran, Bagaimana Mekanismenya?
Melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah menargetkan generasi usia produktif atau milenial memiliki tiga status, yaitu pekerja, baik dalam dan luar negeri, berwirausaha atau melanjutkan studi.
"Tiga status inilah target kami ke depan sehingga zero pengangguran, zero tanpa status. Oleh karena itu kami berharap seluruh stakeholder, termasuk media memiliki peran penting bagaimana menguatkan vokasi di Indonesia, mempromosikan vokasi di Indonesia. Supaya orang tua dan masyarakat secara umum miliki pemahaman bahwa vokasi adalah jalan solusi, bukan opsi yang kedua atau ketiga. Vokasi justru yang terbaik menangani kompetensi di Indonesia untuk generasi muda kita," tandasnya.
Menurut Deputi VI Kemenko PMK Prof. Warsito yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV), vokasi adalah program yang mulia untuk mengentaskan pengangguran di Indonesia di usai produktif.
Oleh karena itu pemerintah telah melakukan penguatan Perpres 68/2022 melalui berbagai regulasi turunannya, diantaranya Permenko nomor 6/2022 yang berisi tentang strategi nasional vokasi.
"Sehingga ketika berbicara vokasi, maka tidak bisa dikotomi, pendidikan vokasi sendiri, pelatihan vokasi sendiri, dunia usaha dunia industri sendiri, tidak. Melalui Perpres 68/2022 sudah dalam satu wada, satu kordinasi dan satu integrasi yang kita sebut Tim Koordinasi Nasional Vokasi yang ada di Pusat. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi langkah Kadin Jatim bekerjasama IHK Trier mewujudkan portal vokasi.net sebagai wadah untuk berbagai informasi tentang vokasi, pelatihan dan pendidikan vokasi, lowongan pekerjaan dan berbagai pusat pelatihan. Dibawah Kemenko MPK, Kadin Jatim berkolaborasi dengan Kadin Jateng, Kadin DIY, dan IHK Trier Jerman. Ini adalah tiga sister IHK Trier Jerman," terang Warsito saat peluncuran vokasi.net di Graha Kadin Jatim.
Baca juga:Prabowo akan Buka 300 Fakultas Kedokteran, Bagaimana Mekanismenya?
Melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah menargetkan generasi usia produktif atau milenial memiliki tiga status, yaitu pekerja, baik dalam dan luar negeri, berwirausaha atau melanjutkan studi.
"Tiga status inilah target kami ke depan sehingga zero pengangguran, zero tanpa status. Oleh karena itu kami berharap seluruh stakeholder, termasuk media memiliki peran penting bagaimana menguatkan vokasi di Indonesia, mempromosikan vokasi di Indonesia. Supaya orang tua dan masyarakat secara umum miliki pemahaman bahwa vokasi adalah jalan solusi, bukan opsi yang kedua atau ketiga. Vokasi justru yang terbaik menangani kompetensi di Indonesia untuk generasi muda kita," tandasnya.