Dosen UNU Blitar Kaji Wawasan Praktik Harmonisasi Kehidupan Beragama di Jerman
Tim langit 7
Jum'at, 08 Maret 2024 - 09:00 WIB
Enam Penerima Beasiswa Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama non-degree program Kementerian Agama (Kemenag) dan LPDP di Jerman, 28 Februari-9 Maret 2024
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, Zulia Khoirun Nisa meraih beasiswa untuk mengikuti pelatihan moderasi beragama di Jerman. Dia satu-satunya perempuan yang terpilih dari Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi, Blitar, untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Dia mengkaji wawasan praktik harmonisasi kehidupan beragama di Jerman. Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama yang ia ikuti merupakan program beasiswa non-degree dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diselenggarakan di Jerman.
Bersama dengan 5 peserta lain yang merupakan kiai dari pesantren di seluruh Indonesia, Zulia mengikuti pelatihan tersebut mulai dari tanggal 28 Februari hingga 9 Maret 2024.
Baca juga:Cerita Bahagia Pasutri Dikukuhkan Profesor Bareng di ITS
Adapun 5 peserta lain adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans; Pengasuh Ponpes Cipulus, Purwakarta KH Hadi Makmun Musa Said; Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta KH Jazilus Sakhok; Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang KH Moh Najib; dan Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Cirebon KH Syarif Abu Bakar Hud Yahya.
Selama pelatihan, para peserta memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jerman, termasuk Goethe Universitat Frankfurt dan Philipps Universitat Marburg.
Mereka juga berinteraksi dengan komunitas pemuka agama di Jerman dan berdialog dengan mereka.
Dia mengkaji wawasan praktik harmonisasi kehidupan beragama di Jerman. Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama yang ia ikuti merupakan program beasiswa non-degree dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diselenggarakan di Jerman.
Bersama dengan 5 peserta lain yang merupakan kiai dari pesantren di seluruh Indonesia, Zulia mengikuti pelatihan tersebut mulai dari tanggal 28 Februari hingga 9 Maret 2024.
Baca juga:Cerita Bahagia Pasutri Dikukuhkan Profesor Bareng di ITS
Adapun 5 peserta lain adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans; Pengasuh Ponpes Cipulus, Purwakarta KH Hadi Makmun Musa Said; Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta KH Jazilus Sakhok; Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang KH Moh Najib; dan Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Cirebon KH Syarif Abu Bakar Hud Yahya.
Selama pelatihan, para peserta memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jerman, termasuk Goethe Universitat Frankfurt dan Philipps Universitat Marburg.
Mereka juga berinteraksi dengan komunitas pemuka agama di Jerman dan berdialog dengan mereka.