LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, Zulia Khoirun Nisa meraih beasiswa untuk mengikuti pelatihan moderasi beragama di Jerman. Dia satu-satunya perempuan yang terpilih dari Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi, Blitar, untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Dia mengkaji wawasan praktik harmonisasi kehidupan beragama di Jerman. Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama yang ia ikuti merupakan program beasiswa non-degree dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diselenggarakan di Jerman.
Bersama dengan 5 peserta lain yang merupakan kiai dari pesantren di seluruh Indonesia, Zulia mengikuti pelatihan tersebut mulai dari tanggal 28 Februari hingga 9 Maret 2024.
Baca juga:
Cerita Bahagia Pasutri Dikukuhkan Profesor Bareng di ITSAdapun 5 peserta lain adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans; Pengasuh Ponpes Cipulus, Purwakarta KH Hadi Makmun Musa Said; Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta KH Jazilus Sakhok; Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang KH Moh Najib; dan Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Cirebon KH Syarif Abu Bakar Hud Yahya.
Selama pelatihan, para peserta memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jerman, termasuk Goethe Universitat Frankfurt dan Philipps Universitat Marburg.
Mereka juga berinteraksi dengan komunitas pemuka agama di Jerman dan berdialog dengan mereka.

“Kami belajar bersama dengan mahasiswa dan profesor di Jerman tentang kondisi pemeluk agama Islam di sana. Salah satu perbedaan besar yang kami temui adalah bahwa agama di Jerman dianggap sebagai ranah yang bersifat privat bagi masyarakatnya. Mereka sangat menghargai prinsip saling menghormati antar sesama pemeluk agama," jabar Zulia dikutip dari
NU Online, Jumat (8/3/2024).
Selama mengikuti pelatihan, menurutnya terdapat sejumlah perbedaan keberagamaan yang mencolok dari Indonesia. Salah satu yang terbesar adalah populasinya. Berbeda dengan populasi Islam di Indonesia yang amat besar, populasi Muslim di Jerman mungkin Islam menduduki posisi nomor 3, setelah agama Katolik dan juga Protestan.

(ori)