Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 31 Agustus 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dosen UNU Blitar Kaji Wawasan Praktik Harmonisasi Kehidupan Beragama di Jerman

tim langit 7 Jum'at, 08 Maret 2024 - 09:00 WIB
Dosen UNU Blitar Kaji Wawasan Praktik Harmonisasi Kehidupan Beragama di Jerman
Enam Penerima Beasiswa Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama non-degree program Kementerian Agama (Kemenag) dan LPDP di Jerman, 28 Februari-9 Maret 2024
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, Zulia Khoirun Nisa meraih beasiswa untuk mengikuti pelatihan moderasi beragama di Jerman. Dia satu-satunya perempuan yang terpilih dari Pondok Pesantren Darul Huda Wonodadi, Blitar, untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Dia mengkaji wawasan praktik harmonisasi kehidupan beragama di Jerman. Pelatihan Pengembangan Wawasan Internasional Moderasi Beragama yang ia ikuti merupakan program beasiswa non-degree dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang diselenggarakan di Jerman.

Bersama dengan 5 peserta lain yang merupakan kiai dari pesantren di seluruh Indonesia, Zulia mengikuti pelatihan tersebut mulai dari tanggal 28 Februari hingga 9 Maret 2024.

Baca juga:Cerita Bahagia Pasutri Dikukuhkan Profesor Bareng di ITS

Adapun 5 peserta lain adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans; Pengasuh Ponpes Cipulus, Purwakarta KH Hadi Makmun Musa Said; Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran Yogyakarta KH Jazilus Sakhok; Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang KH Moh Najib; dan Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Cirebon KH Syarif Abu Bakar Hud Yahya.

Selama pelatihan, para peserta memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa perguruan tinggi terkemuka di Jerman, termasuk Goethe Universitat Frankfurt dan Philipps Universitat Marburg.

Mereka juga berinteraksi dengan komunitas pemuka agama di Jerman dan berdialog dengan mereka.



“Kami belajar bersama dengan mahasiswa dan profesor di Jerman tentang kondisi pemeluk agama Islam di sana. Salah satu perbedaan besar yang kami temui adalah bahwa agama di Jerman dianggap sebagai ranah yang bersifat privat bagi masyarakatnya. Mereka sangat menghargai prinsip saling menghormati antar sesama pemeluk agama," jabar Zulia dikutip dari NU Online, Jumat (8/3/2024).

Selama mengikuti pelatihan, menurutnya terdapat sejumlah perbedaan keberagamaan yang mencolok dari Indonesia. Salah satu yang terbesar adalah populasinya. Berbeda dengan populasi Islam di Indonesia yang amat besar, populasi Muslim di Jerman mungkin Islam menduduki posisi nomor 3, setelah agama Katolik dan juga Protestan.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 31 Agustus 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan