LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan literasi keagamaan dan moderasi beragama menjadi inti dari rencana kolaborasi strategis antara Kementerian Agama RI dengan Darul Ifta Mesir. Penjajakan kerja sama ini dilakukan melalui pertemuan delegasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Kantor Darul Ifta Mesir, Kairo, pada Senin (2/2). Sinergi kedua pihak diproyeksikan untuk menghadapi tantangan global melalui pengembangan pemikiran Islam moderat yang responsif.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, Lubenah Amir, yang memimpin delegasi Indonesia menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan menyasar beberapa sektor kunci. Fokus utama mencakup produksi konten literasi keagamaan Islam, pembinaan syariah berbasis digital, serta kampanye moderasi guna memperkokoh nilai Islam rahmatan lil 'alamin.
"Bimas Islam memiliki tugas dan fungsi yang sangat luas. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keislaman internasional seperti Darul Ifta Mesir, menjadi sangat penting," ujar Lubenah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lubenah turut memperkenalkan pendekatan ekoteologi yang kini diusung Kemenag serta memamerkan mushaf Alquran bahasa isyarat sebagai bukti komitmen terhadap inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa pengalaman Indonesia dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman budaya dan agama menjadi modal penting yang bisa dibagikan dalam skala internasional.
Darul Ifta Mesir menyambut baik inisiatif tersebut. Lembaga yang berdiri sejak 1895 ini merupakan institusi independen yang memiliki peran vital dalam pemberian fatwa serta penetapan awal bulan kamariah. Sebagai salah satu rujukan Islam wasathiyah dunia, lembaga ini juga membawahi Sekretariat Jenderal Lembaga Fatwa Dunia yang beranggotakan 108 negara, termasuk Indonesia.
Direktur Fatwa Elektronik Darul Ifta Mesir, Syekh Dr. Muhammad Kamal, memerinci berbagai layanan yang disediakan lembaganya, mulai dari konsultasi langsung, fatwa elektronik dan tertulis, hingga pelatihan mufti secara daring. Ia menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk kerja sama internasional yang memberikan dampak positif bagi kehidupan beragama.
Syekh Dr. Muhammad Kamal menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk membuka pintu kolaborasi di level internasional yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Lubenah terdiri dari Kepala UPQ Ismail Nur, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Nur Rahmawati, dan Ketua Tim Humas, Data, dan Informasi Bimas Islam Sigit Kamseno. Pihak tuan rumah juga diwakili oleh Direktur Portal Elektronik Darul Ifta Mesir, Syeikh Dr. Mustafa Abdul Karim. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif dan relevan dengan dinamika zaman.
