home wirausaha syariah

Pemasaran Produk Halal di Negara Non-Muslim Sangat Potensial

Rabu, 13 Maret 2024 - 09:00 WIB
Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (Unair) Citra Hennida
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin beserta pejabat pemerintahan beberapa waktu melakukan kunjungan ke Selandia Baru.

Wapres membawa misi diplomasi industri halal dan potensi penguatan kerja sama antara Indonesia dan Selandia Baru. Kunjungan tersebut selaras dengan cita-cita Indonesia menjadi negara hub halal dunia.

Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (Unair) Citra Hennida SIP MA (IR) membagikan opininya.Indonesia.

Citra mengatakan, Indonesia masih tertinggal dalam memanfaatkan potensi industri halal. Hal itu yang hendak diubah oleh pemerintah. Jadi, Indonesia bukan hanya sebagai pasar dan konsumen saja, tetapi juga produsen dari industri halal itu sendiri.

Dia menambahkan, Selandia Baru bukanlah satu-satunya mitra industri halal bagi Indonesia. Namun, Selandia Baru tampaknya masih menjadi mitra strategis Indonesia sebab hampir setengah nilai perdagangan kedua negara berkaitan dengan aspek halal, termasuk produk pertanian dan peternakan.

Baca juga:Kisah dan Perjuangan Pasangan Muda Membangun Rumah Sakit Syariah

“Kerja sama dengan Selandia Baru juga untuk memastikan jaminan halal produk-produk yang datang dari Selandia Baru. Perlu dipastikan apakah sudah tersertifikasi halal atau belum, baik dari sumber maupun prosesnya. Kalau yang mudah diamati itu ya produk daging dan susu. Yang masih sulit diamati seperti penggunaan gelatin, bahan-bahan makanan, dan kosmetik,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
produk halal pemasaran selandia baru unair
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya