home edukasi & pesantren

Menilik Perbedaan Pondok Pesantren Tradisional dan Modern

Rabu, 23 Juni 2021 - 14:57 WIB
Santri Pondok Pesantren Darunnajah (Sumber: darunnajah.com)
Dari banyaknya jumlah Pesantren di Indonesia, tidak sedikit para wali santri bingung membedakan antara Pesantren Modern dengan Tradisional. Bahkan, seringkali orangtua menganggap keduanya sama. Padahal, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan dari aspek tradisi, sistem pendidikan bahkan kitab yang dipelajari.

Pesantren Tradisional

Dr. Syarif Hade di channel youtube-nya menyampaikan pesantren tradisional atau lebih dikenal dengan Pesantren Salafiyah dalam pembelajarannya menggunakan referensi kitab kuning. Secara umum ia juga dapat dilihat dari keseharian para santri yang menggunakan sarung dalam aktifitasnya. Selain itu, mayoritas Pondok Pesantren tradisional berafiliasi kepada salah satu ormas islam yaitu Nahdlatul Ulama (NU).



Menurut penjelasan Ubay DC di channel youtube-nya, Pesantren Tradisional merupakan pesantren yang bermula didirikan oleh para Ulama Wali Songo.

Dari segi akademik, Pesantren Tradisional lebih menitikberatkan kepada ketauhidan, ilmu agama, dan membahas tafsir al-Quran maupun hadits. Materi yang dikaji biasanya menggunakan buku berbahasa arab yang ditulis oleh ulama terdahulu atau yang biasa disebut sebagai kitab kuning.

Perbedaan yang lainnya adalah pesantren tradisional memiliki kebiasaan melakukan pengajian yang mana Kiai atau Ulama pesantren tersebut berada didepan dengan membaca kitab kuning, yang kemudian para santri akan mendengarkan dengan membuka kitabnya. Model seperti ini sering disebut dengan metode sorogan, bandongan dan wetonan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren kurikulum pesantren pesantren tradisional pesantren modern
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya