Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menilik Perbedaan Pondok Pesantren Tradisional dan Modern

Muhammad Hamzah Aryanto Rabu, 23 Juni 2021 - 14:57 WIB
Menilik Perbedaan Pondok Pesantren Tradisional dan Modern
Santri Pondok Pesantren Darunnajah (Sumber: darunnajah.com)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dari banyaknya jumlah Pesantren di Indonesia, tidak sedikit para wali santri bingung membedakan antara Pesantren Modern dengan Tradisional. Bahkan, seringkali orangtua menganggap keduanya sama. Padahal, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan dari aspek tradisi, sistem pendidikan bahkan kitab yang dipelajari.

Pesantren Tradisional

Dr. Syarif Hade di channel youtube-nya menyampaikan pesantren tradisional atau lebih dikenal dengan Pesantren Salafiyah dalam pembelajarannya menggunakan referensi kitab kuning. Secara umum ia juga dapat dilihat dari keseharian para santri yang menggunakan sarung dalam aktifitasnya. Selain itu, mayoritas Pondok Pesantren tradisional berafiliasi kepada salah satu ormas islam yaitu Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut penjelasan Ubay DC di channel youtube-nya, Pesantren Tradisional merupakan pesantren yang bermula didirikan oleh para Ulama Wali Songo.
Dari segi akademik, Pesantren Tradisional lebih menitikberatkan kepada ketauhidan, ilmu agama, dan membahas tafsir al-Quran maupun hadits. Materi yang dikaji biasanya menggunakan buku berbahasa arab yang ditulis oleh ulama terdahulu atau yang biasa disebut sebagai kitab kuning.

Perbedaan yang lainnya adalah pesantren tradisional memiliki kebiasaan melakukan pengajian yang mana Kiai atau Ulama pesantren tersebut berada didepan dengan membaca kitab kuning, yang kemudian para santri akan mendengarkan dengan membuka kitabnya. Model seperti ini sering disebut dengan metode sorogan, bandongan dan wetonan.

Pesantren tradisional atau salaf ini hanya fokus kepada penguasaan ilmu alat teoritis bukan praktis. Misalkan Pesantren Tradisional fokus ke ilmu alat yang teoritis seperti ushul fiqh atau nahwu sharaf.

Pesantren Modern

Dr. Syarif Hade di channel youtube-nya juga menyebut, Pesantren Modern secara umum adalah pesantren yang dibentuk oleh alumni dari Pondok Modern Darussalam Gontor yang merupakan pesantren modern pertama di Indonesia. Dimana, para santri yang lulus, hampir sebagian besar mendiri pesantren yang metode dan kurikulumnya sama seperti Gontor.

Pesantren modern, dalam kurikulumnya menekankan pengajaran bahasa untuk percakapan diantaranya Bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, pesantren modern umumnya tidak menggunakan kitab kuning melainkan kitab putih atau kitab terjemahan yang ditulis oleh Ulama-ulama modern. DR Syarif Hade menekankan kedua kitab tersebut baik dan benar disampaikan sebagai referensi untuk mengajar para santri.


Disamping itu, Pesantren modern biasanya juga lebih fokus dalam pembelajaran praktis seperti pelajaran umum, bahasa, kedisiplinan, kepemimpinan. Maka jangan heran, untuk mendapat beasiswa di pesantren modern, biasanya mensyaratkan kepada nilai-nilai pelajaran umum seperti IPA, IPS, Matematika dan Bahasa Indonesia.

Selain Pesantren Modern jejaring alumni Gontor, terdapat pula pesantren modern yang berafiliasi ke berbagai Organisasi Kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Al Irsyad Al Islamiyah juga Pesantren berbasis Sekolah Islam Terpadu.

Dari perbedaan antara pesantren tradisional dan modern, juga terdapat beberapa persamaan diantaranya sama-sama menerapkan hafalan Quran untuk mencetak para Hafidz Quran.

Antara pesantren tradisional dan pesantren modern keduanya sama baiknya, dan dapat dipilih salah satunya oleh wali santri sesuai kebutuhan tiap santri.

diolah dari berbagai sumber

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)