Arab Saudi Larang Umrah Lebih Satu Kali Selama Ramadhan, Begini Respons Gus Yahya
Tim langit 7
Jum'at, 22 Maret 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merespons larangan umrah lebih dari sekali selama bulan Ramadhan yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi.
Gus Yahya menilai kebijakan tersebut adalah wajar, mengingat jumlah jamaah umrah dalam bulan Ramadhan yang berpotensi meningkat sehingga kapasitas layanan tidak bisa ditambah lebih besar.
"Kalau Ramadhan dirasa terlalu padat jamaah umrahnya sehingga kapasitas layanan untuk mereka tidak bisa dipaksakan untuk ditambah lebih besar lagi, ya memang kan, salah satu jalannya membatasi. Pemerintah punya hak untuk itu dan kalau itu dilakukan yang lain harus menaati," kata Gus Yahya.
Baca juga:Saudi Batasi Umrah Hanya Satu Kali Selama Ramadhan
Ia juga menilai bahwa kebijakan ini bersifat teknis yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan ritual ibadah. Menurut Gus Yahya, pemerintah Arab Saudi memiliki hak untuk mengatur hal ini dan pihak lain perlu menaatinya.
"Saya kira ini urusan teknis, bukan urusan yang langsung terkait dengan ritual. Pemerintah punya hak begitu," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Men juga merespons aturan yang diterbitkan Kerajaan Arab Saudi soal larangan umrah lebih dari sekali selama Ramadhan.
Gus Yahya menilai kebijakan tersebut adalah wajar, mengingat jumlah jamaah umrah dalam bulan Ramadhan yang berpotensi meningkat sehingga kapasitas layanan tidak bisa ditambah lebih besar.
"Kalau Ramadhan dirasa terlalu padat jamaah umrahnya sehingga kapasitas layanan untuk mereka tidak bisa dipaksakan untuk ditambah lebih besar lagi, ya memang kan, salah satu jalannya membatasi. Pemerintah punya hak untuk itu dan kalau itu dilakukan yang lain harus menaati," kata Gus Yahya.
Baca juga:Saudi Batasi Umrah Hanya Satu Kali Selama Ramadhan
Ia juga menilai bahwa kebijakan ini bersifat teknis yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan ritual ibadah. Menurut Gus Yahya, pemerintah Arab Saudi memiliki hak untuk mengatur hal ini dan pihak lain perlu menaatinya.
"Saya kira ini urusan teknis, bukan urusan yang langsung terkait dengan ritual. Pemerintah punya hak begitu," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Men juga merespons aturan yang diterbitkan Kerajaan Arab Saudi soal larangan umrah lebih dari sekali selama Ramadhan.